Banyak Kampung Belum Tersentuh KKN, Ini Penjelasn LP2M Unmul

TANJUNG REDEB – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti oleh kurang lebih 2.965 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, yang tersebar dibeberapa Kabupaten di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Berau, tak hanya bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, melainkan juga bagi kampung yang mereka kunjungi.

Dikatakan Staf Ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul, Sofyan, setiap kampung yang dimasuki mahasiswa KKN juga dapat terbantu, khususnya dalam penyusunan monografi, profil kampung dan lain-lain.

Khusus Berau, pada tahun 2016 ada sekitar 6 Kecamatan yakni Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur, Sambaliung, Biatan, Tabalar dan Derawan, yang menjadi pusat penyebaran sekitar kurang lebih 275 mahasiswa yang terdiri dari 32 kelompok KKN reguler, 7 kelompok KKN reguler mandiri dan 1 kelompok KKN one health.

Namun, penyebaran mahasiswa KKN tersebut, disebutkan Sofyan, belum merata disetiap kampung. Sebab dalam setiap kampung ada yang dimasuki lebih dari 2 kelompok mahasiswa KKN. Hal itu menjadi keluhan tersendiri bagi kampung-kampung lain yang merasa belum pernah dikunjungi mahasiswa KKN.

“Ada beberapa kampung yang bertanya kenapa kami tidak pernah dimasuki kelompok mahasiswa KKN, karena pada dasarnya kehadiran mahasiswa KKN ini juga bisa membantu kampung,” ucapnya kepada beraunews.com usai pelaksanaan serah terima kembali mahasiswa KKN baru-baru ini.

BACA JUGA : KKN Ajang Melatih Diri Mahasiswa

Mengenai hal tersebut, dijelaskannya, pihak LP2M hanya sekadar mengarahkan mahasiswa dalam melaksanakan KKN, sementara penunjukkan kampung-kampung yang menjadi tujuan KKN dilakukan langsung oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Berau.

“Kita hanya meminta draf kampung mana saja yang akan dikunjungi mahasiswa KKN, sedangkan yang menentukan kampung tersebut adalah tugas BPMPK,” ungkapnya.

Untuk itu, pihak LP2M meminta kepada BPMPK agar mengevaluasi kembali kampung mana saja yang sudah pernah atau belum pernah dikunjungi mahasiswa KKN, sehingga pada tahun selanjutnya penentuan lokasi KKN dapat merata ke seluruh kampung yang belum pernah dikunjungi. Selain itu, BPMPK juga diharapkan dapat menunjuk kampung binaan yang nantinya akan menjadi kampung kunjungan mahasiswa KKN selam 3 tahun berturut-turut.

Keberadaan mahasiswa KKN tak hanya menjadi syarat penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa, namun juga dapat menjadi sarana bertukar pikiran maupun memperkenalkan potensi kampung ke daerah lain melalui mahasiswa.(Marta)