Wakil Bupati : Soal Oknum Saya Belum Bisa Komentar

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam perdagangan telur penyu yang di pasok dari Pulau Maratua. Pasalnya, dirinya mengaku belum mengetahui pasti informasi atas keterlibatan oknum tersebut.

Meski demikian, Wabup meminta agar pengawasan terhadap populasi satwa yang juga merupakan ikon Kabupaten Berau tersebut bisa dilakukan bersama-sama, baik aparat maupun elemen masyarakat dan didukung pemerintah daerah.

“Kalau masalah oknum saya belum bisa komentar. Intinya saya minta pengawasan kita lakukan bersama-sama,” ujarnya kepada beraunews.com, Jum’at (2/9/2016)

BACA JUGA : Wakil Bupati : Hukum Berat Pelaku Penyelundup Telur Penyu

Dikatakannya, untuk menjaga populasi penyu agar tetap terjaga. Pihaknya juga sudah membuat Forum Koordinasi Konservasi Keanekaragaman Hayati Perairan (FK3HP) Berau dan melibatkan beberapa elemen baik pihak pemerintah maupun swasta. Pada rapat forum sendiri, sudah disampaikan juga terkait pengawasan terhadap penyu.

“Kita sudah bentuk forum dari beberapa elemen. Dari rapat forum koordinasi juga sudah kita deklarasikan kesepakatan untuk menjaga habitat penyu agar tidak ada yang memanfaatkan baik telur, daging maupun karapas penyu,” katanya.

BACA JUGA : Soal Penyelundupan Telur Penyu, BKSDA Tak Pungkiri Dugaan Petugas Bermain

Ditambahkannya, jika memang ada yang terlibat dalam perdagangan telur penyu sendiri, jelas ada undang-undang yang mengatur hal tersebut.

“Kalau memang ada yang terlibat, itu kan sudah ada hukum yang sudah mengatur,” pungkasnya.(Dedy Warseto)