Wakil Bupati : Hukum Berat Pelaku Penyelundup Telur Penyu

TANJUNG REDEB – Dengan tertangkapnya oknum masyarakat yang memperdagangkan telur penyu menjadi bukti jika kesadaran masyarakat untuk melestarikan penyu masih sangat minim. Bukan hanya itu, ketika ada pedagang berarti ada pembeli, dan perlunya kesadaran semua untuk menjaga populasi penyu ini.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengatakan, saat ini kesadaran masih minim sehingga masih ada yang menangkap, menjual dan mengkonsumsi penyu. Sebenarnya, tidak mengkonsumsi penyi pun tidak berpengaruh dengan kesehatan, dan jika masyarakat terus mengkonsumsi telur ataupun daging penyu, maka populasi penyu akan terancam.

“Kalau kita tidak makan telur penyu kan tak apa-apa. Kalau dikonsumsi terus, bisa punah dan penyu di Berau hanya tinggal sejarah,” ungkapnya.

BACA JUGA: GAWAT, Penyu Diambang Kepunahan

Saat ini pihaknya juga sudah membuat suatu forum dengan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk melakukan pemantauan perkembangan populasi penyu di Kabupaten Berau. Selain itu, beberapa laproran juga sudah dibuat dari hasil pemantauan tersebut.

“Kita punya forum dan itu sudah berjalan,” terangnya.

BACA JUGA : Wow, 90 Persen Orang Mengaku Telur Penyu Untuk Keperkasaan

Pemerintah sudah membuat kebijakan diantaranya, memerintahkan pengurus Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) untuk melarang pedagang menjual telur penyu, khususnya di Pasar. Pasalnya, jika hanya melakukan sidak, para pedagang bisa mengakali dengan tidak menjual saat ada sidak dan kembali menjual saat selesai sidak.

“Kalau kita kerahkan pedagang pasar lebih efektif karena mereka selalu berada disana dan pengawasan bisa lebih efektif,” bebernya.

BACA JUGA : Telur Penyu Marak Diperdagangkan, Pemkab Layangkan Protes

Wabup juga berharap, oknum yang melakukan perdagangan telur penyu bisa dihukum seberat-beratnya agar menjadi efek jera buat para pelaku lain.

BACA JUGA : Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Digagalkan Polsek Tanjung Redeb

“Kita harap tidak ada lagi kejadian seperti ini, mari jaga populasi penyu di Berau untuk anak cucu kita,” (Dedy Warseto)