10 Kampung Belum Cairkan ADK Tahap I

TANJUNG REDEB – Proses penyaluran Alokasi Dana Kampung (ADK) tahap I Tahun Anggaran 2016, hingga saat ini belum 100 persen terlaksana. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK), Datu Kesuma.

Dari 100 kampung yang menjadi penerima ADK, 10 kampung yang belum mencairkan ADK, yakni Kampung Long Sului, Panaan, Merapun, Bena Baru, Batu Rejang, Tumbit Melayu, Tabalar Ulu, Teluk Alulu, Balikukup dan Kayu Indah.

“Target kita menyelesaikan penyaluran ADK Tahap I itu sampai akhir bulan Agustus ini, tapi nyatanya sampai saat ini masih ada kampung yang belum melakukan proses pencairan ADK,” ungkapnya kepada beraunews.com di ruang kerjanya, Senin (29/8/2016).

Terkendalanya proses pencairan ADK oleh Pemerintah Kampung, biasanya terjadi karena adanya beberapa masalah internal yang terjadi dalam pemerintahan kampung. Selain itu, proses transisi jabatan yang sedang berlangsung juga banyak menjadi faktor terkendalanya proses pencairan ADK tersebut.

“Seperti yang saat ini di Kampung Bena Baru, karena Pj Kepala Kampungnya baru mau dilantik, kemungkinan itu yang menjadi kendala mereka,” ujarnya.

Dari total ADK yang berjumlah sekitar Rp160 miliar, sekitar Rp71.837.402.340 sudah tersalurkan melalui pencairan tahap I. Sedangkan sisa ADK yang masuk dalam proses pencairan tahap II sekitar Rp88.102.593.660.

“Dari sisa ADK yang ada saat ini, itu juga termasuk dalam 10 kampung yang belum melakukan pencairan di tahap I,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika Pemerintah Kampung tidak segera melakukan proses pencairan ADK tahap I tersebut, maka proses pencairan ADK untuk tahap II bisa terlambat dan memakan waktu yang lebih lama.

“Untuk mencairkan tahap II kan harus ada surat pertanggungjawaban dari pencairan tahap I, nah kalau tahap I lambat dicairkan maka akan berdampak pada tahap II,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada seluruh Pemerintah Kampung yang belum melakukan pencairan ADK tahap I untuk segera melakukan proses pencairan agar pertanggung jawaban terhadap dana ADK tersebut dapat segera diselesaikan. Sebab menurutnya persoalan mengenai ADK tersebut sangat rawan dan sensitif.(Marta)