Lokalisasi Di Tembudan Resmi Ditutup, Pengelola Berencana Dirikan Karaoke Keluarga

BATU PUTIH – Sesuai dengan tengat waktu yang telah ditetapkan, lokalisasi prostitusi berkedok THM di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, resmi ditutup Senin (29/8/2016). Penutupan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri Pemerintah Kecamatan Batu Putih, pemerintah Kampung Tembudan, personel kepolisian dan aparat TNI. Disamping itu, kegiatan tersebut juga didukung oleh Laskar Pemuda Adat Dayak Kaltim (LPADKT), dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Kampung Tembudan.

Sebelum melakukan eksekusi, tim gabungan tersebut melakukan briefing (pengarahan) di kantor Kepala Kampung Tembudan. Sekitar pukul 10.20 Wita, tim langsung bergerak menyisir sejumlah lokalisasi yang kebetulan jaraknya tidak begitu berjauhan. Ada 4 THM yang ditutup petugas, yakni Olimpic, Rahayu, Madu Rasa, dan Kembang Ledis yang semuanya berada di poros jalan Tembudan di wilayah RT 04. Berdasarkan pantauan beraunews.com di lapangan, semua THM tersebut sudah dalam keadaaan kosong sebelum kedatangan petugas.

Dalam melakukan penutupan, satu persatu plang berlogo pemerintah daerah yang bertuliskan “Lokasi Prostitusi Ditutup” terpasang di halaman keempat THM tersebut. Tidak ada kendala dalam kegiatan tersebut. Bahkan, pihak pengelola juga terlihat proaktif dengan kedatangan petugas. Alhasil, dalam menutup 4 THM, petugas hanya perlu waktu kurang dari satu jam. Ini berarti, mediasi panjang yang dilakukan pemerintah kecamatan dengan pengelola THM dapat dikatakan “berhasil”.

BACA JUGA : Tengat Waktu Penutupan Lokalisasi Tembudan Akan Berakhir, Aktivitas Masih Berlangsung

Camat Batu Putih, Saharuddin kepada beraunews menyampaikan, penutupan tersebut lantaran sejumlah lokalisasi prostitusi tersebut tidak memiliki izin resmi. Sehingga perlu dilakukan penindakan. Terlebih lagi Bupati Berau Muharram pada Selasa (26/7/2016) lalu, telah menginstruksikan agar THM yang ada di Kampung Tembudan segera ditutup.

“Penutupan ini juga berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kaltim Nomor 3/2016 tertanggal 8 Maret 2016,” ujarnya didampingi Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid dan Kepala Polisi Sub Sektor Batu Putih, Ipda Ridwan Lubis.

Sebenarnya, rencana penutupan THM sendiri sudah dilakukan mulai tahun 2014. Namun, di tahun 2016, eksekusi THM tersebut baru dapat dilakukan setelah melakukan sosialisasi yang cukup panjang.

“Pengelola juga sudah menyadari kesalahan mereka, dan siap menutup THM mereka. Jadi sosialisasi kita selama ini tidak sia-sia,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengelola THM Kembang Ledis, Pite mengatakan, dengan adanya penutupan tersebut pihaknya secara proaktif menerima. Bahkan, sebelum tenggat waktu yang ditentukan habis, pihaknya lebih dulu memulangkan para pekerja yang ada di THM miliknya.

“Kita menerima, dan sudah beberapa hari ini disini juga tidak ada kegiatan. Karena dari segi peraturan pemerintah juga menginstuksikan agar THM seperti ini tidak ada lagi. Jadi intinya kita proaktif saja, dan mengikuti aturan yang ada,” tutupnya singkat seraya mengatakan, pihaknya akan mencoba usaha baru yakni membuka Karaoke Keluarga, tentunya setelah mendapatkan izin resmi dari pemerintah.(Hendra Irawan)