Ribuan Warga Biatan Belum Rekam KTP

BIATAN – Kartu Tanda Penduduk atau KTP sampai saat ini masih dianggap sebagian warga belum begitu penting, bahkan tak jarang KTP hanya dijadikan sebagai pelengkap isi dompet. Tak pelak, masih banyak warga di berbagai wilayah Kabupaten Berau enggan menyediakan waktu untuk mengurus atau melakukan perekaman identitas mereka.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Biatan, setidaknya ada ribuan masyarakat dari sejumlah kampung belum melakukan perekaman KTP. Padahal KTP sendiri fungsinya amat penting dalam mempermudah dalam mengurus berbagai hal.

"Yang belum masih sekitar seribuan," ungkap Camat Biatan Damhir melalui Kasi Pemerintahan, Tri Suyatno kepada beraunews.com, Minggu, (28/8/2016).

BACA JUGA : Alasan Kemendagri Tetapkan Perekaman 30 September 2016

Ia menyampaikan, pihaknya telah mensosialisasikan terkait perekaman KTP di seluruh wilayah Biatan melalui pemerintah kampung masing-masing. Bahkan, dalam memaksimalkan instruksi tersebut, pihaknya melakukan jemput bola ke masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya perekaman KTP.

Ditambahkannya, masih kurangnya minat warga Biatan dalam melakukan perekaman KTP, dikarenakan pemikiran masyarakat yang masih rendah dan menganggap perekaman KTP tersebut amat rumit, dan memakan waktu yang lama. Disamping itu, ada juga sebagian masyarakat menganggap perekaman KTP dipungut biaya. Padahal dalam mengurus perekaman KTP, pembuatan KK dan Akte sama sekali tidak dipungut biaya.

"Dan ini sudah kita jelaskan dan tidak dipungut biaya. Biayanya hanya transportasi ke Capil saja, selebihnya tidak ada," bebernya.

Ia mengatakan, perbedaan warga yang belum memiliki KTP, dan memiliki KTP amat berbeda. Pasalnya dengan memiliki KTP status warga tersebut jelas dimata hukum, dan mempermudah dalam mengurus berbagai administrasi resmi di pemerintahan. Sementara warga yang tidak memiliki KTP statusnya tidak diakui, dan ketika ingin mengurus administrasi apapun akan mengalami kesulitan. Terlebih untuk mengurus berbagai administrasi resmi, syarat utama yang wajib adalah KTP.

"Misalnya saja mau nikah, kalau tidak ada KTP akan sulit sekali. Bahkan dimata hukum bisa tidak resmi. Dan banyak sekali kesulitan-kesulitan lainnya jika tidak memiliki KTP," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus mengupayakan agar masyarakat yang belum merekam KTP dapat segera merekam. Ia pun mengimbau agar yang belum merekam KTP hendaknya mengurus langsung dan tidak diwakilkan sehingga mempermudah kepengurusan. Hal itu dikatakannya untuk menghindari pungli.

Bahkan ia juga menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali jemput bola ke setiap kampung, agar jumlah seribuan warga yang belum merekam KTP dapat berkurang.

"Kita tetap berupaya agar warga sadar betapa pentingnya memiliki KTP, dan kita akan kembali kelapangan agar mereka yang belum dapat segera melakukan perekaman KTP," pungkasnya.(Hendra Irawan)