Berharap Alumni Dapat Lebih Mandiri dan Disiplin

TANJUNG REDEB – Kegiatan pelepasan siswa-siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina, Tanjung Redeb, Sabtu (4/6/2016) pagi, berlangsung meriah. Ratusan anak yang siap mengikuti prosesi pelepasan juga didampingi orang tua masing-masing.

Disampaikan oleh Nur Ainah selaku Kepala Sekolah TK Pembina, pada tahun 2016 ini pihaknya melepas sekitar 220 siswa yang tergabung dalam beberapa kelompok belajar.

"Cukup banyak anak yang kita lepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pada tahun ini, dan saat ini yang masih tersisa adalah sekitar 64 anak yang naik ke kelompok B, yakni anak-anak berusia 5 tahun," ujarnya saat ditemui beraunews.com disela-sela acara.

Dengan adanya pelepasan itu, ia sangat berharap agar anak-anak alumni TK Pembina tersebut dapat menjadi anak yang lebih mandiri dan disiplin saat memasuki Sekolah Dasar (SD).

"Tentunya kami sangat bahagia karena bisa membawa mereka hingga pada titik saat ini. Namun kami sangat berharap ketika anak-anak ini sudah tidak lagi duduk di bangku TK, mereka bisa menjadi anak yang lebih mandiri, dalam artian tidak lagi selalu ditemani orang tuanya saat berada di kelas, dan disiplin seperti terbiasa bangun pagi agar tidak terlambat masuk kelas. Karena nanti kalau di SD mereka harus bisa membiasakan diri masuk kelas pagi," harapnya.

Dikatakannya, hingga saat ini, sudah ada sekitar 160 siswa-siswi tahun ajaran baru yang telah menyelesaikan tes dan persyaratan untuk menempuh pendidikan di bangku TK Pembina.

"Saat ini kami sudah menampung kurang lebih 160 anak sejak awal pendaftaran lalu, dan untuk penerimaan siswa baru kemarin kami tidak memperkenankan untuk tes membaca, menulis dan menghitung (calistung), dan memang sampai mereka lulus pun kami tidak mengajarkan itu. Tesnya hanya usia, yang diterima usia 4 tahun, dan tes psikologi. Karena kita tidak ingin sampai ada anak berkebutuhan khusus yang masuk, sebab kasihan mereka juga," jelasnya.

Ia juga berharap kepada setiap orang tua siswa-siswi yang akan menempuh pendidikan di TK tersebut agar tidak lagi menemani anak-anak mereka disekolahan setelah minggu kedua proses pembelajaran.

"Dan yang terpenting, kami sangat berharap agar ketika anak-anak sudah mulai aktif di sekolah nanti tidak ada lagi orang tua yang mendampingi anaknya. Maksimal satu minggu di minggu pertama, dan di minggu kedua mereka sudah diberikan kebebasan dan kepercayan agar kami para guru-guru yang menangani anak-anaknya. Ini adalah salah satu cara melatih mereka agar bisa mandiri dan disiplin sejak dini," pintanya.(mta)