Siswa SDN 018 “Terpaksa” Digilir

TANJUNG REDEB – Penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB) di Sekolah Dasar Negeri 018, Jalan Murjani II, Tanjung Redeb, akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Sugeng Riyadi, Kepala SDN 018, saat ditemui beraunews.com diruang kerjanya.

Berdasarkan keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, penambahan RKB di sekolah tersebut dikatakan Sugeng, akan dilaksanakan melalui dua tahap pembangunan.

"Untuk pembangunan RKB kita yang kurang, dari Dinas Pendidikan sudah ada masuk persetujuan. Tetapi, informasi yang kami dapatkan bahwa pembangunan akan dilakukan dua tahapan, jadi pada tahun ini kemungkinan yang dibangun rangka dan atapnya saja dulu sampai tahun 2017. Lalu pada tahun 2018 baru rencananya akan dirampungkan," jelasnya.

Menurutnya, total RKB yang akan dibangun untuk menggantikan bangunan lama di sekolah tersebut terdiri dari empat RKB dengan dua lantai, serta 4 toilet.

"Pengawas sudah beberapa kali datang untuk mengukur dan melihat kondisi sekolahan ini. Jadi akan ada empat ruang belajar dan empat toilet yang akan dibangun, dua toilet di atas dan dua toilet di bawah. Setelah di ukur luas tanahnya, sepertinya rumah penjaga sekolahan akan menjadi korban, karena harus terpakai tanahnya," ujarnya.

Selain kekurangan RKB, ia juga mengakui jika saat ini ruang untuk guru pun masih kekurangan. Sehingga pihaknya terpaksa memanfaatkan ruang komputer sebagai ruangan guru. Bahkan, ruangan penunjang sekolah seperti UKS, perpustakaan, maupun ruangan lainnya juga kekurangan.

"Ruangan guru saja kami sebenarnya tidak ada. Yang saat ini digunakan menjadi ruang guru adalah ruang komputer. Itu pun masih berdesak-desakan. Jadi yang rencananya akan dibangun ini adalah khusus RKB saja, ruang lainnya tidak," lanjutnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melaksanakan tugas utama sebagai pendidik dengan sebaik-baiknya meskipun masih banyak kekurangan fasilitas penunjang di sekolah. Ia juga berharap, agar pembangunan yang telah direncanakan akan berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada lagi siswa-siswi yang masuk kelas pada siang hari.

"Sementara ini untuk mengatasi kekurangan RKB, maka murid-murid ada yang masuk pagi ada yang masuk siang. Semoga dengan adanya proyek pembangunan RKB di sekolah ini murid-murid nantinya dapat masuk kelas pagi semua. Jadi akan lebih konsentrasi mengikuti proses belajar mengajar," tandasnya.(mta)