Merokok Di Lingkungan Sekolah Siap-Siap Denda Rp.50 Juta

TANJUNG REDEB – Meski secara jelas pemerintah telah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) terkait lingkungan sekolah sebagai salah satu kawasan tanpa rokok, namun nampakmya masih banyak orang tua siswa yang tidak memahami hal tersebut. Bahkan laporan warga, ternyata ada juga guru yang masih merokok di sekolah, khususnya guru yang berada di kampung-kampung.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Berau, Susila Harjaka mengatakan, sesuai dengan Perda Nomor 6/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) selain rumah sakit dan tempat umum, sekolah menjadi salah satu kawasan yang wajib bebas dari asap rokok.

Melihat masih adanya orang tua yang merokok di lingkungan sekolah, Susila Harjaka akan mengintruksikan kepada sekolah agar dapat memberikan arahan dan imbauan kepada orang tua murid untuk tidak merokok di lingkungan sekolah. Baik itu, teguran lisan ataupun melalui papan informasi.

"Saya sangat prihatin juga kalau melihat orang tua yang belum paham terkait larangan merokok di sekolah. Melihat peristiwa ini kita akan upayakan sekolah untuk memberikan pemahaman bagi orang tua siswa baik melalui lisan ataupun spanduk tanda larangan merokok," jelasnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (3/8/2016).

Bukan hanya orang tua siswa, namun larang ini juga berlaku bagi guru dan Kepala Sekolah. Sesuai Pasal 5 Permendikbud Nomor 64/2015 tentang KTR Di Lingkungan Sekolah, secara jelas telah diatur larangan bagi guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan untuk merokok di sekolah. Bahkan telah diatur sanksinya bagi yang melanggar. 

"Bukan cuma pemecatan, mengacu kepada Perda KTR, bagi yang melanggar itu denda sebesar Rp50 juta" bebernya.

Susila mengharapkan, kepada seluruh guru ataupun orang tua siswa untuk bersama sama memberikan contoh yang baik bagi generasi kita, selain mengancam kesehatan tubuh, perokok aktif maupun pasif dapat menyebabkan kematian.

Sebab, merokok di depan siswa akan menimbulkan preseden buruk, dan bisa ditiru oleh anak-anak. Mengacu pada keberadaan aturan tersebut, memang tidak hanya menyehatkan lingkungan, tetapi juga menjaga mental anak agar tidak tercemar karena seringnya melihat orang tua merokok.

"Mari sama-sama kita jaga generasi kita, jauhkan anak sejak dini dari bahaya rokok. Bukan hanya rokok, namun juga jauhkan anak kita dari bahaya obat-obatan terlarang dan penggunaan internet yang tidak terkontrol yang dapat merusak bangsa dan masa depannya," tutupnya.(msz)