Jadi Jalan Umum, Aktivitas Belajar Siswa SMP 28 Terganggu

PULAU DERAWAN – Proses belajar mengajar di sekolah sejatinya dilaksanakan dengan suasana tenang, bebas dari ancaman serta gangguan dari luar. Namun hal tersebut sulit tercapai di SMP Negeri 28 yang berada di Kampung Pulau Derawan, Kecamatan Derawan. Pasalnya, area sekolah kini menjadi area umum.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 28, Purnawan. Ia mengatakan, selama ini pihaknya terpaksa kehilangan ketenangan saat proses belajar mengajar berlangsung, akibat tidak adanya pagar sekolah yang membatasi area sekolah dan area umum. Bahkan, saat ini bangunan rumah warga sudah masuk ke area sekolah.

“Saya ini Kepala Sekolah ke-4. Dari Kepala Sekolah pertama dan sampai ke saya ini, kendala yang dihadapi selama ini ya itu, sekolah kita jadi jalan umum buat warga dan wisatawan, sehingga ketenangan kita menjadi terganggu,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di sekolah tersebut, Minggu (1/8/2016).

Selama ini pihak sekolah telah berupaya maksimal melakukan pengadaan pagar melalui usulan skala prioritas di Musrembang maupun DPRD, namun upaya tersebut tak kunjung terealisasikan lantaran terkendala status lahan sekolah.

“Hingga detik ini keinginan sekolah memiliki pagar tak juga terealisasikan, itu diakibatkan oleh status tanah kita yang belum jelas terkait batasnya. Ini yang jadi kendala selama ini, kasihan anak-anak belajarnya tidak tenang,” jelasnya.

Selain itu, ketenangan siswa semakin terganggu dengan kondisi plafon sekolah yang hampir semuanya jebol. Ini juga yang menjadikan aktivitas belajar mengajar siswa selalu dihantui ketakutan lantaran setiap saat plafon sekolah bisa ambruk menimpa siswa.

“Ini kemarin bagus, tapi sehabis di rehap atapnya, plafonya malah rusak semua. Bolong sana sini, sampai sekarang tidak ada perbaikan dari kontraktor, kita minta ini segera dibenahi biar kami tenang belajarnya,” tutupnya.(msz)