Belajar Calistung Sambil Bermain Akan Lebih Mudah

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran yang melarang guru-guru di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) untuk mengajarkan membaca, menulis dan menghitung (calistung) kepada anak-anak murid mereka.

Hal itu memang dibenarkan oleh beberapa kepala sekolah yang berada dibeberapa Sekolah Dasar (SD). Wujudnya, dalam masa penerimaan siswa baru pihak SD tak mengujikan calistung, melainkan hanya menyaring lewat usia dan psikologi. Begitu juga yang disampaikan oleh Ngaspin selaku Kepala SDN 007, Tanjung Redeb, saat melaksanakan pertemuan dengan puluhan wali calon murid di SD tersebut.

Dikatakannya, dalam penerimaan siswa pihaknya tidak memberikan ujian calistung kepada calon siswa, mereka hanya menyeleksi siswa dari umur saja. Berbeda dengan pendidikan di PAUD dan TK yang sama sekali tak mengajarkan calistung, di SD calistung mulai diajarkan kepada siswa setelah resmi menempuh pendidikan di tahun ajaran baru, bukan pada saat penerimaan.

"Saat tes kami tidak mengujikan calistung, tetapi calistung posisinya baru akan diajarkan pada saat mereka sudah menjadi siswa di sini," ungkapnya, Rabu (20/7/2016).

Meski calistung mulai diajarkan, namun hak siswa untuk bermain di sekolah juga tidak diabaikan oleh pihak sekolah. Sambil belajar calistung, siswa boleh bermain seperti biasanya, namun dengan tetap menaati apa yang disampaikan oleh guru mereka masing-masing.

"Bukan berarti disaat mereka sudah diajarkan calistung mereka tidak boleh bermain atau tidak ada waktu bermain, justru sekolah akan mengajarkan calistung dengan cara yang santai sambil bermain, sambil diberikan tugas di luar kelas agar suasana belajar anak-anak lebih flexibel dan tidak tegang, dan pasti akan lebih mudah menerima jika sambil dikombinasikan dengan kegiatan yang mereka sukai. Jadi, perbedaan saat masih di TK dengan saat mereka sudah di SD adalah tidak ada calistung di TK, tetapi persamaannya mereka masih bisa terus sambil bermain," jelasnya.

Ia berharap siswa-siswi yang belajar di tahun ajaran baru kali ini bisa lebih menerima dengan baik proses pembelajaran yang diberikan.

"Terutama peran orang tua untuk memberikan dukungan kepada anak mereka pada proses awal belajar kali ini sangat dibutuhkan, jangan terlalu memaksa anak-anak untuk bisa cepat calistung, karena semua ada prosesnya, setiap anak kapasitasnya berbeda-beda," tandasnya.(mta)