Kadisdik Imbau Orang Tua Dampingi Anak Dihari Pertama

TANJUNG REDEB – Tahun akademik baru bakal segera dimulai. Tanggal 21 Juli 2016 akan menjadi babak baru bagi siswa yang pertama kali masuk sekolah, khususnya sekolah dasar. Para siswa yang sebelumnya telah lolos seleksi di sekolah-sekolah pilihannya pun antusias menyambut hari pertama sekolah sebagai babak baru dalam masa pendidikan mereka.

Setelah imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan kepada seluruh orang tua siswa yang baru memasuki masa pertama sekolah di seluruh penjuru Indonesia untuk menemani buah hati mereka pada saat hari pertama memasuki sekolah, hal senada juga disampikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Susila Harjaka. Menurutnya, peran orang tua di awal pendidikan siswa dapat membentuk mental positif terhadap siswa maupun siswi yang baru menjejali masa pendidikan.

"Imbauan yang diberikan Mendikbud terkait peran orang tua di hari pertama sekolah ini memang penting dilakukan, sebagaimana kita tahu bahwa anak-anak kita ini pasti tidak mungkin langsung bisa mengenal semua teman-teman atau guru mereka, pasti dampingan orang tua perlu agar anak-anak tidak terlalu takut ataupun gugup saat bertemu orang-orang baru," ujarnya.

Ia juga menambahkan agar pihak sekolah juga berkenan mengizinkan para orang tua untuk mengantar dan menemani anak-anak mereka di hari pertama sekolah. Sebab selama ini orang tua cenderung sekadar melepas dan menyerahkan proses pendidikan sepenuhnya kepada sekolah dan guru. Padahal menurutnya peran lebih penting yang harus dilakukan orang tua untuk memberikan kesan pertama yang baik di hari pertama anak-anak mereka sekolah.

“Dan memang tidak selalu harus ditemani, tetapi pasti ada yang berbeda jika seorang anak mendapat perhatian yang lebih saat baru pertama menginjakkan kaki di sekolah mereka," paparnya.

Ia berharap dengan terlibatnya orang tua siswa di hari pertama masuk sekolah dapat menumbuhkan kepercayaan diri, keberanian dan semangat bagi siswa.

Diharapkan dengan cara seperti itu ada rasa percaya diri yang tumbuh dalam diri siswa. Dan orang tua siswa juga bisa mengenal lingkungan sekolah, guru-guru bahkan sesama orang tua siswa sebagai proses awal pendidikan mereka.(mta)