Penuhi Janji, Pemkab Realisasikan Beasiswa Berau Gemilang

TANJUNG REDEB - Dari 2.137 pendaftar, Pemkab Berau merealisasikan janji pemberian Beasiswa Berau Gemilang bagi 704 mahasiswa yang masih aktif menempuh pendidikan, baik yang berada di dalam maupun di luar Berau. Daftar nama penerima lihat di http://beasiswa.beraukab.go.id/pengumuman/penetapan-penerima-beasiswa-berau-gemilang-2017

Sementara 1.433 mahasiswa lainnya, dipastikan gagal mendapatkan beasiswa, lantaran saat mendaftar tak melengkapi berkas persyaratan yang diminta Pemkab Berau. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, Abdul Zabidie saat ditemui beraunews.com, Jumat (20/10/20174).

Dikatakannya, besaran beasiswa yang diterima setiap mahasiswa ber-KTP Berau, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Berau Nomor 564/2017 tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi dan Beasiswa dari Keluarga Tidak Mampu untuk Kabupaten Berau Tahun 2017, adalah Rp3 juta per tahun.

Adapun mahasiswa yang berhak menerima program beasiswa yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2017 itu, menurut Zabidie, terdiri dari 532 mahasiswa berprestasi dan 172 mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan rincian penerima beasiswa, yakni 5 mahasiswa program diploma 2, 55 mahasiswa program diploma 3, 17 mahasiswa program diploma 4 serta 627 mahasiswa program strata 1.

“Kita siapkan dana itu untuk 962 mahasiswa, yang mendaftar 2.137 mahasiswa. Namun, hingga tutup pendaftaran dan 15 hari menyerahkan berkas, ternyata hanya 704 mahasiswa yang lengkap berkasnya. Sementara sisanya tidak menguplod berkasnya, jadi pada saat tim kami memverifikasi yang tidak lengkap dinyatakan gugur,” jelasnya.

BACA JUGA : Mahasiswa Wajib Tahu Kabar Gembira Ini

Terkait pencairan, Zabidie mengatakan, mulai Senin (23/10/2017) mendatang, sudah dimulai proses pencairan dana beasiswanya. Namun demikian, ia meminta kepada setiap penerima beasiswa untuk melakukan pengecekan rekeningnya pada Kamis (26/10/2017). Selain itu, Zabidie juga meminta agar penerima memastikan jika rekening yang disetorkan kepada pihaknya masih dalam keadaan aktif.

 

“Jangan sampai ada mahasiswa yang dapat, tetapi ketika di tranfer tidak bisa lantaran rekeningnya sudah tidak aktif. Nanti hal itu menghambat pencairan dana. Jadi, pastikan hari Senin posisi rekening sudah aktif. Jika rekening tidak aktif lagi, maka segera aktifkan dan lapor ke kami. Sehingga hari Kamis bisa menerima pencairan,” ujarnya.

Zabidie juga menegaskan, jika pihaknya tidak akan melakukan pemotongan apapun terhadap dana beasiswa. Pasalnya, seluruhnya dijalankan oleh sistem. Jikapun terjadi pemotongan, maka yang memotong dipastikan bukan dari pihaknya, melainkan oleh system perbankan.

“Jangan sampai ada pemotongan, karena kami tidak tahu, tidak pernah melihat uang. Karena sistemnya akses melalui transfer dari kas daerah yang ada di Bankaltim ke BRI, Mandiri dan bank lainnya, sehingga ada biaya administrasi. Jangan sampai menimbulkan komentar karena kurang menerima dari Rp3 juta, padahal itu biaya administrasi transfer antar bank,” tandasnya.(bnc)