Di Berau, Full Day School Sudah Berjalan

 

TANJUNG REDEB - Presiden Joko Widodo sudah tak mewajibkannya lagi pelaksanaan sistem pembelajaran 5 hari sekolah atau full day school. Meski demikian, di Kabupaten Berau, ternyata telah menerapkan pembelajaran 5 hari sekolah ini sejak Senin (04/09/2017) lalu. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Berau, Armyn Zulkiflie saat ditemui beraunews.com, Jumat (08/09/2017).  

Dikatakannya, meskipun Presiden melalui berbagai media menyatakan sudah tidak mewajibkan lagi pelaksanaan 5 hari sekolah, namun sepanjang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah, sebagai dasar pelaksanaan 5 hari sekolah itu, belum dicabut, maka pelaksanaan 5 hari sekolah merupakan amanah undang-undang yang harus dilaksanakan.

Selain itu, dikatakan Armyn, 5 hari sekolah sebenarnya bukan merupakan hal baru bagi Kabupaten Berau. Sebab, jauh sebelum terbitnya Permendigbud itu, sudah ada sekolah di Berau yang telah melaksanakannya, seperti Sma Negeri 4, Yayasan Ash-Showah dan Madani. dan faktanya, masyarakat menerima, bahkan banyak menyekolahkan anaknya disana.

“Kami masih tetap komitmen dengan Permendigbud. Apalagi hasil konsultasi kami dengan salah seorang anggota dewan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memang boleh dilaksanakan. Jadi, pelaksanaan 5 hari sekolah itu bukan lagi uji coba, tapi sudah dilaksanakan bagi sekolah-sekolah yang telah siap sumber daya dan akses transportasinya,” tegasnya.

BACA JUGA : 17 Sekolah Dasar di Berau Uji Coba Full Day School

Setelah melihat kesiapan sumber daya dan akses transportasi sekolah, tambah Armyn, saat ini, di 13 kecamatan, ada 49 sekolah piloting atau diutamakan yang telah melaksanakan pembelajaran 5 hari sekolah, dengan rincian 17 sekolah tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan 32 sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Selain itu, mengingat banyak manfaat kebaikan dari pelaksanaan 5 hari sekolah ini, saat ini pihaknya juga tengah menginventarisir sekolah-sekolah yang bakal menyusul 49 sekolah yang telah melaksanakan 5 hari sekolah tersebut. Namun, bagi sekolah yang tidak melaksanakan 5 hari sekolah, maka beban kerja guru dan pelayanan kepada murid tetap harus 8 jam atau 40 jam dalam seminggu.

“Bagi sekolah yang sudah siap, silahkan laksanakan. Tapi yang belum siap ya bertahap. Jika tahun ini belum bisa, begitu syaratnya terpenuhi, maka sudah bisa berjalan,” tandasnya.(*bnc)