Dongkrak Pariwisata, Disbudpar Dukung Penuh Penerapan Mulok Bahasa Inggris

 

TANJUNG REDEB- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng, menyambut hangat penerapan muatan lokal Bahasa Inggris di tingkat SD yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, guna mendongkrak sektor pariwisata, sejak awal Agustus lalu.

“Wah, itu sangat menarik sekali,” ungkapnya saat ditemuiberaunews.com, Sabtu (19/08/2017).

Menurutnya sangat tepat jika muatan lokal Bahasa Inggris tersebut digalakkan kembali pada pelajar tingkat SD, terutama untuk sekolah yang berada di wilayah destinasi wisata. Sebab tidak menutup kemungkinan jika suatu saat pelajar tersebut dapat menjadi pemandu wisata di daerahnya sendiri.

“Ya memang kemampuan berbahasa Inggris itu mestinya dipupuk sejak sekolah dasar, sebab usia segitu mereka masih sangat cepat menerima dan mengikuti yang diajarkan. Apalagi kalau untuk mendorong kemajuan pariwisata, terutama lewat pemandu wisata yang memang wajib bisa berbahasa Inggris. Merekalah ujung tombak daerah kita,” ujarnya.

BACA JUGA : Awal Agustus, Mulok Bahasa Inggris Diberlakukan

Dengan digalakkannya muatan lokal Bahasa Inggris, daerah wisata yang ada di Berau pun tidak akan sulit mendapatkan pemandu wisata dari warga lokal. Selain itu, kunjungan wisatawan juga akan semakin banyak jika pemandu wisata dapat turut mempromosikan wisata dengan cara-cara yang menarik.

Dikatakan Sikra, saat ini pemandu wisata di beberapa daerah wisata memang merupakan warga lokal, namun akan lebih baik jika kemampuan berbahasa Inggris tersebut dapat dimiliki pelajar tingkat SD sejak dini. Sehingga tidak menutup kemungkinan suatu saat pelajar pun dapat menjadi pemandu wisata atau tour guide bagi wisatawan asing yang berkunjung.

“Tidak ada salahnya mahir berbahasa Inggris sejak dini, apalagi  mereka yang tinggal di daerah wisata. Itu sangat wajib. Harapan saya, program muatan lokal Bahasa Inggris ini dapat mencetak generasi muda yang mahir dan pandai berbahasa Inggris serta mau mendukung kemajuan sektor pariwisata kita,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia