Calon Siswa Diutamakan Berdomisili dimana Sekolah Berada

 

TANJUNG REDEB – Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, yang diputuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, melalui Peraturan Menteri (Permen) Nomor 17/2017 tentang PPDB, memang belum banyak diketahui masyarakat.

Aturan tersebut mewajibkan setiap calon siswa yang ingin menempuh pendidikan baik di tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, harus masuk di sekolah yang berdomisili sama dengan domisili calon siswa berdasarkan Kartu Keluarga (KK).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Armyn Zulkiflie. Menurutnya, dalam Permen tersebut, Mendikbud memang menginstruksikan setiap sekolah untuk memprioritaskan masyarakat sekitar sekolah terlebih dahulu.

"Misalnya calon siswa ini domisilinya Tanjung Redeb, maka sekolah yang ada di seputar Tanjung Redeb ini harus memprioritaskan calon siswa tersebut ketimbang yang dari Kecamatan lain. Begitu juga sebaliknya," jelasnya kepada beraunews.com, Rabu (21/06/2017).

Namun, bagi calon siswa yang ingin mendaftar di sekolah luar domisilinya atau menyeberang dari domisilinya, setiap sekolah dapat memberikan kesempatan melalui jalur prestasi.

"Kalau misalnya yang dari Tanjung Redeb ingin mendaftar di Teluk Bayur atau Gunung Tabur dan sebaliknya, maka bisa lewat jalur prestasi. Prestasi tersebut minimal pernah mendapat juara 1 tingkat kabupaten, baik bidang akademik maupun non akademik," katanya.

Selain itu, kuota calon siswa yang melalui jalur prestasi pun dibatasi hanya 5 persen untuk setiap sekolah.

"Misalnya dari seluruh total yang diterima ada 200 orang, maka yang bisa lewat jalur prestasi hanya bisa 10 orang. Kalau kelebihan, maka akan dialihkan ke sekolah swasta," ujarnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia