Sekolah Bakal 5 Hari Saja, Ini Tanggapan Kepala Disdik Berau

 

TANJUNG REDEB – Kabar teranyar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), terkait terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19/2005 tentang hari bersekolah yang akan ditetapkan hanya 5 hari dalam seminggu. Dengan terbitnya PP tersebut, sekolah selama 5 hari rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2017/2018.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata mengatakan, segala regulasi terkait sekolah 5 hari tersebut ditetapkan dalam PP Nomor 19 tersebut.

"PP Nomor 19/2005 sudah keluar, yang mengatur waktu kerja guru dan kepsek 30 setengah jam efektif, atau 40 jam kerja dengan istirahat 30 menit per hari. Jadi 40 jam per minggu," ujar Sumarna Surapranata dalam Diklat Pendidikan, Selasa (06/06/2017), yang dikutip beraunews.com melalui laman Beritapgri.com, Jumat (09/06/2017).

Melalui laman tersebut, ia juga mengatakan dengan jadwal sekolah 5 hari tersebut, yakni Senin hingga Jumat, maka untuk hari Sabtu dan Minggu, para guru dan siswa bisa mengurus urusan keluarga.

"Guru dibiarkan untuk mengajar di sekolah, tidak membawa urusan sekolah ke rumah. Demikian pula siswa, sehingga pada akhirnya ada tumbuh kembang, antara lain ada waktu untuk penyegaran," katanya.

BACA JUGA : Guru Wajib 8 Jam di Sekolah

Sementara untuk aturan yang akan ditetapkan tersebut, Sumarna belum menargetkan semua sekolah akan bisa ikut aturan. Sebab, ada sekolah yang siap adapula yang belum siap.

"Kita tidak target semua sekolah, karena kondisi semua sekolah di Indonesia berbeda-beda dari ujung Timur ke Barat. Jadi tidak ada ketentuan kapan, tapi kita atur waktu mulai Juli ajaran baru," tuturnya.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Armyn Zulkiflie, membenarkan perihal kabar tersebut. Namun saat ini ia belum dapat memberikan banyak tanggapan, pasalnya hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari para guru terkait keputusan tersebut.

“Kami baru akan melaksanakan rapat bersama seluruh guru Indonesia di Jakarta pada tanggal 13 Juni mendatang, membahas terkait keputusan dalam PP Nomor 19/2005 ini. Kalau saat ini kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh, yang pada intinya nanti saya akan berangkat langsung untuk mengikuti rapat bersama seluruh guru di Indonesia,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia