Ibunda Panji : Pulang Nak, Ibu dan Bapak Rindu Kamu

TANJUNG REDEB – Kaburnya seorang pelajar MAN Tanjung Redeb, Muhammad Panji Anugerah (17), dari kediamannya di Jalan Mangga II, Tanjung Redeb, hingga saat ini masih menyisakan luka yang mendalam di hati ibundanya.

Pasalnya, sejak meninggalkan selembar surat yang ditujukan kepada kedua orangtuanya pada Jumat (14/04/2017) lalu, hingga saat ini remaja yang akrab disapa Panji tersebut tak kunjung memberikan kabar yang pasti dimana dirinya berada.

Ibunda Panji, Lis Ernawati, yang ditemui beraunews.com di kediamannya pada Selasa (25/04/2107), mengaku sangat khawatir dan merindukan putra ke empatnya tersebut.

BACA JUGA : Diduga Tak Kuat Hadapi Pelajaran, Anak Ini Tulis Surat untuk Kedua Orangtuanya

“Sampai sekarang kami belum dapat kabar apa-apa dari Panji. Bahkan sudah kami laporkan ke polisi sehari setelah kami tahu dia kabur. Dan teman-temannya juga sudah kami cari tahu dan tanya keberadaan putra kami ini, tapi semua nihil,” ungkapnya.

Tak hanya membuat laporan ke pihak polisi, ia juga mengaku telah mendatangi pihak sekolah dimana Panji menempuh pendidikan yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XI IPA tersebut.

Dalam penuturan ibundanya, Panji dikenal sebagai sosok anak yang pendiam, cukup pintar dan tidak suka keluar rumah seperti anak remaja pada umumnya. Namun, perihal di sekolah yang membuatnya tertekan kemudian menjadikannya nekat untuk kabur dari rumah.

“Saya ibunya, saya kenal betul anak saya. Baru kali ini dia berani berbuat begini. Berarti ada sesuatu yang benar-benar membuatnya tertekan. Dan dalam surat yang ditulisnya juga jelas bahwa yang menjadi masalahnya saat ini adalah pelajaran di sekolah. Saya sama sekali tidak menyangka anak saya bisa begitu,” katanya.

BACA JUGA : Merasa Sistem Pendidikan Robotik, Netizen: Mestinya Kurikulum Sekarang Dievaluasi Kembali

Namun, ia sangat berharap bagi seluruh rekan Panji yang melihat atau mengetahui keberadaan anaknya tersebut dapat membantu pihak keluarga untuk membujuk kembali ke rumah.

“Sebulan sebelum kejadian ini, dia memang ada cerita ke kami (orangtua-red) kalau di sekolahnya dia sudah tidak tahan. Merasa tertekan, merasa takut dan segala macam. Sampai minta dipindahkan sekolah, tapi kami selaku orangtua tidak mau langsung bertindak demikian. Maksud kami mau cari tahu dulu sebab yang membuat dia jadi tertekan. Tapi anak ini sudah duluan kabur dari rumah. Kami sangat berharap anak kami bisa segera kembali. Pulang nak. Ibu dan Bapak rindu Panji,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia