Permainan Modern vs Permainan Tradisional

 

SAMBALIUNG – Dakon, Engrang, Bakiak, atau permainan tradisional lainnya, di era modern saat ini, seakan tergilas oleh semakin berkembangnya zaman, terlebih dengan kemajuan teknologi, tak terkecuali di Berau.

Fenomena ini juga tak lepas dari area bergaul anak-anaknya. Dengan demikian, semakin modern tempat bergaul, semakin canggih juga permainannya, bahkan hal tersebut bisa dikatakan sudah menjadi warna kehidupan anak-anak di zaman serba global sekarang.

Dari survei yang dilakukan, anak-anak yang menggemari permainan modern dengan permainan tradisional adalah 6 berbanding 4, dimana lebih banyak yang menyukai permainan modern ketimbang permainan tradisional. Terlebih lagi, alasan anak-anak yang lebih menyukai permainan modern adalah karena mengasyikkan dan juga keren.

“Main HP tuh lebih mengasyikan, dan gak bikin capek,” kata Aldo, salah satu murid SD, yang ditemui beraunews.com, Kamis (20/04/2017).
 
Di sisi lain, yang menyukai permainan tradisional memberikan statement jika permainan yang lebih bergantung kepada alam, lebih memberikan pengalaman yang seru, selain itu juga dapat menguji kemampuan daya pikir.

 

Seperti halnya contoh murid-murid SD 012, Tanjung Baru, Sambaliung. Yang dominan lebih menyukai permainan tradisional seperti contohnya catur dan dakon.

“Permainan seperti ini kami jadikan sebagai pengembangan diri, juga dapat bermanfaat untuk rasa persaudaraan mereka, karena permainan tradisional lebih mementingkan kerja sama”. Ucap Kepala Sekolah SD 012 Tanjung Baru, Sambaliung, Endang Zairah.

Permainan tradisional banyak dijumpai saat hari-hari besar seperti 17 Agustus atau memperingati hari Kartini. Permainan tradisional dapat menjadi bumbu pelengkapnya karena tanpa permainan tradisional, perayaan hari-hari besar seperti seakan hambar.

Alasan Lain dikatakan guru pengembangan diri, Taufik Hidayat.

“Murid-murid di sini memang sudah lama menyukai permainan catur dan dakon, jika mereka sudah bisa, kita bimbing. Tetapi jika yang suka tapi belum bisa bermain, ya kita ajarin,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia