Sekolah Filial Minim Tenaga Pendidik dan RKB

BIATAN – Hingga saat ini keberadaan sekolah filial (kelas jauh, yaitu kelas yang dibuka di luar sekolah induk diperuntukan untuk siswa-siswi yang tidak tertampung di sekolah tersebut baik karena keterbatasan kursi (ruang kelas) atau jarak tempat tinggal siswa-siswi yang jauh-red) yang ada di Kampung Biatan Ulu masih kekurangan sejumlah tenaga pengajar bidang studi. Akibat kurangnya tenaga pendidik tersebut, proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Hal itu disampaikan, Kepala Kampung Biatan Ulu, Suharto saat ditemui beraunews.com, Kamis (20/04/2017) di tengah kesibukannya.

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar kurang lebih 60 murid di sekolah yang merupakan filial dari SDN 003 Biatan yang ada di kampung Biatan Lempake. Meski sudah sekitar lebih dua tahun terakhir dimanfaatkan, namun tidak diimbangi dengan tenaga pendidik yang memadai. Pasalnya, saat ini hanya ada 2 hingga 3 tenaga pendidik yang mengajar di sekolah filial tersebut.

“Kalau kita lihat, masih sangat kurang gurunya, terutama tenaga pendidiknya. Seperti guru olah raga, dan guru bidang studi lainnya. Kita tidak meminta banyak, sekitar dua atau tiga saja sudah cukup,” ujarnya.

Disamping minimnya tenaga pendidik, persoalan lainnya adalah minimnya tenaga pendidik yang ada di sekolah terebut. Saat ini jumlah ruang kelas belajar baru ada 3 lokal, hal itu dinilainya masih kurang jika diisi murid dengan jumlah sekitar 60 orang. Terlebih lanjut dia, murid yang bersekolah di SD filial tersebut tidak hanya dari masyarakat di kampungnya saja, melainkan sejumlah anak yang orang tuanya bekerja di perusahaan kelapa sawit di sekitar lokasi itu juga sekolah di SD tersebut.

Sebenarnya, terkait kurangnya tenaga pendidik, dan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) tersebut sudah beberapa kali disuarakannya, termasuk diusulkan melalui musrenbang kecamatan. Dengan harapan, usulan tersebut dapat direalisasikan oleh pemerintah.

“Kalau RKB memang perlu penambahan 3 lokal lagi, karena RKB yang ada saat ini masih sangat kurang. Karena tidak mungkin beberapa tahun kedepan hanya mengandalkan 3 lokal ini,” ujarnya.

Di sisi lain, karena di kampungnya belum ada sekolah negeri, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, agar sekolah filial tersebut statusnya dapat dirubah menjadi menjadi sekolah negeri. Bahkan usulan tersebut juga sudah disampaikan ke dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti.

“Kita juga sudah menyurati kepala SDN 003 terkait rencana ini. Karena dari semua kampung yang ada di Kecamatan Biatan, hanya Biatan Ulu yang masih belum memiliki SD negeri,” bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia