Disdik Apresiasi Keinginan Gurimbang Jadi Kampung Pendidikan

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung untuk menjadikan Kampung Gurimbang sebagai kampung pendidikan mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Susila Harjaka.

"Tentunya akan kami dukung secara penuh keinginan Kepala Kampung Gurimbang, Madri Pani itu. Walau sejatinya pendidikan di kampung memang sudah prioritas sejak lama," ujar Susila Harjaka saat berbncang dengan beraunews.com di ruang kerjanya, Kamis (23/6/2016).

Dikatakannya, menjadi kampung pendidikan juga perlu keterlibatan lintas sektor, bukan serta merta menjadi tanggung jawab Disdik semata. Menurut Harjaka (sapaan akrabnya-red), Disdik hanya terfokus pemenuhan fasilitas serta menjamin adanya pendidikan formal. Sementara pendidikan non formal bagi masyarakat umum perlu melibatkan pihak ketiga lainnya.

"Kampung pendidikan itu tidak serta merta dilimpahkan ke Disdik semua. Ini harus melibatkan lintas sektor, karena fokus pendidikan bukan hanya pendidikan formal namun juga pendidikan non formal. Pendidikan non formal itu terdiri dari masyarakat untuk masyarakat, sehingga masyarakat semua melek huruf, " bebernya.

Harjaka juga menambahkan, menjadi kampung pendidikan bukan sebatas mampu baca dan tulis. Namun juga memilki kecakapan hidup yang diperoleh ketika mengenyam pendidikan non fomal, sebagai bekal kehidupan masyarakat kampung.

"Kampung pendidikan bukan sebatas mampu baca tulis, tapi masyarakat juga harus dibekali keterampilan. Keterampilan itu diperoleh, ketika warga menempuh pendidikan non formal sebagai bekal kehidupan mereka. Misalnya saja keterampilan menjahit, sehingga menghasilkan kegiatan yang menghasilkan nilai ekonomis," jelasnya.

Terkait kriteria kampung pendidikan itu sendiri, Harjaka mengaku belum mengetahui kriteria yang ditentukan.

"Kalau untuk kriteria saya belum paham sepenuhnya, banyak macam kriteria, tergantung keinginan kampung seperti apa. Tapi yang jelas menjadi kampung pendidikan, masyarakat kampung harus bisa baca tulis dan berhitung serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan formal dan non formal yang memadai." pungkasnya.(msz)