Disdik : MOS Berlebihan, Kami Tindak

TANJUNG REDEB – Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, kembali mengingatkan kepada seluruh sekolah, khususnya yang melakukan Masa Orientasi Sekolah (MOS), agar tidak melakukan perploncoan kepada siswa-siswi baru.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Susila Harjaka, yang ditemui beraunews.com, Kamis (23/6/2016). Ia menegaskan, dalam aturan yang berlaku, MOS hanya dilakukan sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah, sehingga jika ada hal-hal diluar tersebut yang dimasukkan dalam kegiatan MOS, maka akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang ada.

"Sejak dulu kita sudah melarang ada gojlok menggojlok secara berlebihan di setiap kegiatan MOS. Karena pada prinsipnya, MOS itu adalah pengenalan lingkungan sekolah kepada murid-murid yang baru masuk. Jadi kalau ada unsur kekerasan, pemaksaan atau bullying di situ, maka ada tindakan yang akan kami lakukan kepada pihak sekolah terkait yang melakukannya," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh sekolah yang akan melakukan MOS untuk tidak menginstruksikan peserta MOS mengenakan barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan proses pengenalan lingkungan sekolah.

"Masih ada saja yang menyuruh peserta MOS menggunakan tas dari karung atau apa saja yang tidak ada kaitannya dengan pengenalan lingkungan sekolah itu sendiri. Lebih baik hal-hal yang seperti itu ditiadakan, gunakan yang memang selayaknya digunakan. Terlebih pendidikan awal ini akan membentuk karakter anak-anak di masa depan. Kalau dibiarkan seperti ini terus maka ke depan ini bisa menjadi tradisi yang tidak ada maknanya bagi dunia pendidikan kita," tambahnya.

Selain itu, larangan untuk melakukan MOS secara berlebihan dan perploncoan di masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut sebelumnya juga sudah dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan.

"Kita berharap setiap tahun MOS atau pengenalan lingkungan sekolah tersebut dapat berjalan sesuai aturan dan tidak ada hal-hal yang nantinya dapat mencoreng nama sekolah atau lembaga pendidikan itu sendiri. Lakukan yang terbaik agar dunia pendidikan kita juga menjadi lebih baik kedepannya. Maka dari itu semua pihak harus bekerja sama dalam mencegah terjadinya perploncoan di lingkungan sekolah," tandasnya.(mta)