Usulan Muatan Lokal Bahasa Berau Masih Perlu Pertimbangan

 

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram, meminta agar pembelajaran Bahasa Inggris di setiap tingkatan sekolah terus dipertahankan. Hal itu dikatakannya dapat membantu masyarakat Berau agar mampu bersaing hingga ke level nasional maupun internasional.

Adapun usulan yang sempat ia terima agar bahasa daerah Berau dimasukkan ke dalam muatan lokal di setiap sekolah, menurutnya perlu dipertimbangkan kembali.

Pertimbangan tersebut, dikatakannya berdasarkan jumlah guru bahasa daerah Berau yang masih sangat minim.

"Kalau dijadikan muatan lokal, saya kurang setuju. Sebab akan membutuhkan ribuan guru bahasa Berau yang harus dikerahkan ke setiap sekolah untuk mengajar," katanya pada saat menghadiri rapat Paripurna, di Kantor DPRD Berau, Kamis (06/04/2017).

Meskipun tujuan diusulkannya bahasa Berau menjadi muatan lokal ialah untuk melestarikan bahasa daerah lokal, tetapi hal ini sangat berbeda dengan di daerah Jawa, yang memang memiliki pelajaran khusus sastra Jawa. Selain itu, banyak hal yang masih kurang dan perlu pertimbangan, untuk memasukkan bahasa Berau sebagai muatan lokal.

Namun menurutnya ada langkah yang lebih tepat untuk memberikan edukasi kebudayaan tersebut.

"Yang mengerti bahasa Berau secara baik dan benar, tentu adalah orang-orang tua kita. Mereka yang paham benar. Sementara, kalau kita menarik mereka jadi guru bahasa Berau, belum tentu bisa. Belum lagi bagaimana kita pertanggungjawaban ke Pemprov, sebab suka tidak suka kewenangan ada di Pemprov kalau terkait guru," ucapnya.

Tanpa memasukkannya ke dalam muatan lokal, ia yakin masyarakat Berau dapat melestarikan bahasanya sendiri dengan baik dan secara turun temurun. Sehingga menurutnya tidak perlu muatan lokal bahasa Berau, namun setiap hari bahasa tersebut dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya yakin, orang Berau saat ini tidak ada yang melupakan kebudayaannya sendiri. Buktinya, dimana-mana saya dengar ada saja yang menggunakan bahasa daerah. Hanya saja, mungkin yang muda-mudi ini yang jarang, tapi mereka bisa. Nah, bedanya dengan bahasa Inggris, itu bisa digunakan untuk kita mengikuti perkembangan teknologi dan zaman," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia