Belum Terima SK, Guru Honorer Bentuk Forum

 

TANJUNG REDEB – Hingga akhir triwulan pertama tahun ini, seluruh guru honorer atau pegawai tidak tetap (PTT) yang mengajar di SMA/SMK sederajat belum juga mendapatkan haknya. Yakni, berupa upah bulan yang telah tertunda hingga 3 bulan,  serta belum adanya kejelasan akan penerbitan surat keputusan (SK) dari Pemprov Kaltim terkait pengangkatan PTT Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tersebut.

Untuk itu, guru honorer yang nasibnya tak ada kepastian ini berinisiatif membentuk Forum PTK Honorer SMA/SMK Se-Kabupaten Berau. Keberadaan forum ini adalah sebagai wadah diskusi dan menyalurkan aspirasi terkait dunia pendidikan di Kabupaten Berau.

Ketua I Forum PTK Honorer SMA/SMK Se-Kabupaten Berau, Siti Jamilah mengungkapkan, pembentukan forum ini bertujuan untuk menaungi seluruh PTK honorer SMA/SMK yang ada di Kabupaten Berau. Khususnya, akan berlanjut untuk menaungi beberapa kondisi yang hadapi PTK honorer tersebut pada saat ini.

Misalnya, seperti yang bergejolak saat ini, yakni belum adanya kejelasan akan penerbitan SK dari Pemprov Kaltim terkait pengangkatan PTT PTK honorer tersebut. Kemudian, keberlangsungan tenaga kontrak pasca peralihan kewenangan SMA/SMK kepada Pemprov Kaltim, yang belum diketahui untuk selanjutnya seperti apa.

“Kemudian, kami ingin penjelasan tentang penggajian (PTT PTK honorer),” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di Pendopo Lapangan Pemuda, Senin (27/03/2017).

Dikatakannya, masih ada lagi hal yang akan dinaungi forum ini dengan keberlangsungannya ke depannya. Melalui forum ini, PTT PTK honorer akan tahu hal-hal apa saja yang menjadi kewajiban pemerintah untuk diberikan kepada PTT tersebut.

“Kita akan layangkan surat dari forum kepada Ketua MKKS (Musyawarah Ketua Kepala Sekolah) dan bisa berjumpa di hari Rabu (29/03/2017). Baik, MKKS SMA dan SMK, dan dengan Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) juga, kita akan berjumpa,” katanya.

“Kita akan coba untuk share harapan kami dan untuk kegiatan forum PTK ini, MKKS bisa menjadi penanggung jawab kami,” sambung Guru Produktif SMK Negeri 7 Berau, Kecamatan Tabalar ini.

Tak hanya itu, lanjut Jamilah (sapaan akrabnya–red), pengurus forum ini akan meminta untuk dijadwalkan dengan anggota dewan di DPRD Berau pada Jumat (31/03/2017) nanti. Menurutnya, setidaknya ada sekitar 200 PTT PTK honorer, yang akan menjadi pengurus dan anggota di forum tersebut.

“Kenapa SK kami selalu digembar-gemborkan untuk bisa di SK-kan dengan Gubernur (Kaltim, Awang Faroek Ishak)? Harapannya, tenaga honorer seperti kami-kami bisa ternaungi hal-hal seperti tadi. Bisa mengikuti sertifikasi yang sama dengan mereka-mereka (PNS). Kemudian, rekan-rekan yang baru, bisa memiliki nomor urut untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) karena itu sangat penting,” lanjutnya.

Sementara, Ketua Forum PTK Honorer SMA/SMK Se-Kabupaten Berau, Marten menambahkan, setidaknya ada puluhan perwakilan PTT PTK Honorer dari beberapa SMA/SMK yang ada di Kabupaten Berau. Seperti, dari SMK Negeri 1 Berau,  SMK Negeri 6 Berau, SMK Negeri 7 Berau. Kemudian, dari SMA Negeri 6 Berau, SMA Negeri 8,  Berau, SMA Negeri 12 Berau, SMA Negeri 13 Berau dan lainnya.

“Kesepakatannya itu, ada 2 sebenarnya yang mau kita minta. SK kelanjutnya, kita inikan sebagai PTT ini. Dengan adanya peralihan kewenangan SMA/SMK ke provinsi, SK-nya bagaimana? Ibaratnya, kalau sesuatu itu kalau tidak ada SK, kan tidak jadi apa-apa,” tambah pria yang juga guru honorer di SMA Negeri 12 Berau, Kecamatan Sambaliung ini.

“Kemudian, tunjangan gajinya itu, ya standarlah. Ya kita nanti tuntutannya berdasarkan 2 hal. Ibaratnya, tidak mungkin Tanjung Redeb sama dengan yang di daerah pesisir. Itu saja dulu yang kita harapkan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia