Hanya SMPN 1 Berau yang Akan Melaksanakan UNBK

 

TANJUNG REDEB – Setelah sebelumnya SMAN 1 menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kali ini, pihak SMPN 1 Berau juga menggelar simulasi serupa di gedung SMAN 1 berau pada 27 hingga 28 Februari.

Proktor (petugas yang diberi kewenangan sebagai pengawas pelaksanaan UN-CBT di Sekolah ataupun di Madrasah-red) SMP 1, Lilik Sudarmawan yang ditemui beraunews.com mengakui jika pelaksanaan UNBK bagi SMPN 1 akan menumpang di SMAN 1, hal tersebut dikarenakan saat ini perangkat komputer yang dimiliki SMPN 1 tidak mencukupi.
 
Saat ini jumlah peserta yang mengikuti simulasi UNBK sebanyak 219 peserta dan akan dibagi dalam tiga sesi, dimana setiap sesi akan diisi 73 peserta.

"Karena perangkat komputer di sekolah kami tidak mencukupi, mau tidak mau memang harus menumpang di SMA 1, tapi untuk sejauh ini simulasi berjalan dengan aman dan lancar," ungkapnya.

lebih lanjut ia juga mengatakan, saat ini masih ada beberapa siswa yang sering lupa menekan tombol selesai setelah mengerjakan soal, sehingga di server masih tertulis sedang mengerjakan. Tapi semua itu masih bisa diatasi. Simulasi ini juga menjadi ajang pemahaman teknologi bagi siswa terhadap penguasaan komputer.

"Ini yang pertama kali, mudahan dengan simulasi ini mereka tidak kaget dengan sistem ujian online nanti," tambahnya.

Meskipun SMPN 1 telah memiliki ruangan komputer, namun UN tersebut akan dilaksanakan menggunakan laboratorium komputer milik SMAN 1 Berau.

"SMPN 1 Berau sudah punya ruangan komputer namun tidak terlalu banyak sedangkan murid SMP tersebut lumayan banyak, jadi mereka akan memanfaatkan laboratorium komputer milik SMAN 1 Berau, yang kebetulan saat SMP melakukan UN, SMA sudah selesai karena akan digelar pada Bulan April," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Armyn Zulkifli yang ditemui beraunews.com, Selasa (28/02/2017).

Ia menambahkan bahwa seharusnya seluruh SMP pada tahun ini harus melakukan UN berbasis komputer. Namun karena terkendala oleh peralatan, UN tahun ini hanya 1 SMP yang akan melaksanakan, dan sisanya akan melakukan ujian secara manual.

"Karena untuk kriteria sekolah yang dapat melakukan UN berbasis komputer adalah sekolah yang telah memiliki peralatan, jaringan, server dan tentunya daya listriknya kuat," tambahnya.

Sedangkan untuk ujian tingkat SMA di Kabupaten Berau pun tidak semua melakukan ujian berbasis komputer.

"Kalau SMA kita kurang tahu data yang masuk untuk melakukan ujian tersebut, karena mulai tahun ini UN tingkat SMA sudah ditangani oleh Provinsi Kalimantan Timur. Namun setahu saya, tidak semua SMA melakukan ujian tersebut karena mungkin hanya SMA yang berada di Tanjung Redeb saja yang akan melaksanakannya," terangnya.

Ditemui terpisah, Wakil Kepala SMA 1 Berau, Dahler Rajagukguk, mengatakan peserta UNBK SMP memang lebih banyak dibandingkan SMA.

"Kami hanya memiliki 65 unit komputer dan 15 unit dari pihak SMP. Dua unit diantaranya digunakan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu ada komputer yang rusak," katanya.

Untuk menghindari pemadaman listrik, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau juga telah bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kami juga telah menyiapkan satu genset (generator set) untuk meminimalisir jika terjadi pemadaman. Begitu juga untuk jaringan, hingga hari ini masih aman. Semoga simulasi berjalan dengan lancar hingga pelaksanaan UNBK pada bulan Mei mendatang," tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie & Rika WS/Editor: R. Amelia