SMA Buyung-Buyung Bisa Didirikan, Asal....

 

TANJUNG REDEB – Keinginan masyarakat Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, untuk memiliki fasilitas SMA, ditanggapi dan langsung dijawab oleh Kepala Dinas Pendidikan, Armyn Zulkiflie.

Dikatakannya, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dimiliki kampung untuk mendirikan sebuah SMA. Diantaranya, jumlah lulusan siswa tingkat SMP setiap tahunnya minimal sekitar 40 orang. Selain itu, minimal harus berdiri 3 SMP dari kampung yang berdekatan.

“Untuk mendirikan SMA, tentu syarat dan ketentuan harus dipenuhi dulu. Yang pertama, jelas harus ada usulan dari masyarakatnya. Kalau belum, ya bagaimana kita mau mendirikan, dan juga misal untuk jumlah lulusan SMP, paling tidak jangan terlalu sedikit. Kalau terlalu sedikit, akan kurang efisien dan mubazir SMA itu didirikan,” ujarnya kepada beraunews.com, Kamis (23/02/2017).

BACA JUGA : Buyung-Buyung Sudah Cukup Siswa untuk SMA Sendiri di Kampung

Selain itu, syarat lain untuk sebuah kampung layak didirikan SMA ialah memiliki lokasi atau tanah untuk membangun gedung. Tanah yang dimaksud tersebut harus jelas status kepemilikannya.

“Status tanah tidak boleh bermasalah. Jadi harus diurus ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dulu, kalau dari pihak kami hanya sekadar memberikan usulan saja,” jelasnya.

Jika Kampung Buyung-Buyung telah memenuhi beberapa kriteria tersebut, ia mengaku siap untuk mendukung terbentuknya SMA di kampung tersebut.

“Insyaallah kita siap membangunkan SMA di sana, asal memenuhi kriteria yang dimaksudkan,” tambahnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia