Kemendikbud Terapkan Pendidikan Berbasis Karakter, SDN 002 Tanjung Redeb Salah Satunya

 

TANJUNG REDEB – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan pendidikan berbasis karakter di 15.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekolah yang akan dijadikan model itu, meliputi SD dan SMP. Konsep pendidikan karakter ini menjadi kelanjutan dari rencana pemerintah melakukan “Full Day School” untuk memperpanjang masa belajar siswa. Sebagai gantinya, para siswa ini mendapat tambahan pelajaran mengenai karakter.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Suprapto mengatakan, penguatan karakter pada dunia pendidikan merupakan program nasional, dimana setiap kabupaten akan ditunjuk satu sekolah sebagai pelaksana pilot project tersebut.

“Itu SD Negeri 002 Tanjung Redeb, yang dekat GOR Pemuda. Itu kemarin yang diundang, kemudian dibekali dan itu sudah menerapkan penguatan karakter itu,” katanya saat dihubungi beraunews.com, Rabu (15/02/2017).

Hanya saja, lanjut Suprapto, penerapan konsep pendidikan karakter, nantinya pasti akan terkendala. Misalnya, terkait ruang kegiatan belajar mengajar. Sebab, beberapa sekolah di Kabupaten Berau masih ada yang menerapkan dua jam masuk (double shift) sekolah, yakni pagi dan siang.

“Tentu saja itu belum siap, kita harus penuhi dulu ruang kelasnya untuk sekolah-sekolah itu karena tidak mungkinkan kalau yang pagi, pulang jam 3. Terus yang sore lagi, pulang jam berapa lagi? Jadi, untuk beberapa sekolah yang tidak double shift, itu pada prinsipnya kita siap saja,” lanjutnya.

Selain itu, tambah Suprapto, penambahan jam belajar itu juga akan berdampak pada makan siang siswa. Jika hal itu dibebankan kepada pihak sekolah, diyakini pasti akan memberatkan pihak sekolah. Salah satu solusinya, ialah meminta dukungan para orang tua atau wali murid sendiri untuk penyediaan makan siang tersebut.

“Kalau pada sisi guru, tidak masalah karena hari Sabtu-kan libur. Jadi, bisa digeser ke hari-hari yang lima lainnya. Penambahan jam lagi, tidak masalah,” tambahnya.

Konsep pendidikan berbasis karakter ini, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, merupakan penguatan karakter untuk Kurikulum 2013 (K13) yang sebelumnya sudah diberlakukan. Sejauh manakah implementasi K13 itu sendiri di Kabupaten Berau? Ditanya begitu, Suprapto menjelaskan, di tahun ini, pihaknya mendapatkan jatah sekolah sebagai pelaksana pilot project K13, yaitu sebanyak 17 sekolah dan telah berjalan.

Dimana, dalam K13 selama ini, ada dua konsep pendidikan yang telah berjalan yakni secara kognitif dan psikomotor. Selanjutnya, ditambah dua konsep pendidikan lagi yaitu secara afektif dan sikap spiritual.

“Jadi, ketika itu bisa dilaksanakan di K13, sebenarnya itu tidak masalah. Sudah berjalan juga, (pendidikan berbasis karakter) bisa dilakukan. Cuma, kita se-Kabupaten Berau baru dapat jatah tahun tadi, itu 17 sekolah untuk jenjang SD,” jelasnya.

Dari 17 sekolah pelaksana K13 untuk jenjang SD, beber Suprapto, beberapa sekolah telah memasuki tahun ke-4. Seperti, SD Negeri 004 Tanjung Redeb, Jalan Mangga II, SD Negeri 20 Tanjung Redeb, Jalan Pulau Semama, dan SD Negeri 17 Tanjung Redeb, Jalan Durian III.

“Yang tambahan baru ini tadi, SD Negeri 002 Tanjung Redeb, SD Negeri 021 Tanjung Redeb. Memang targetnya nasional, tahun depan itu 60 persen. Cuma, kita sudah usulkan itu. Kalau 60 persen, berarti dari 160 sekian sekolah, itu ada 80 sekolah. Sudah kita usulkan, tinggal nanti tahun ajaran baru, mudah-mudahan teralisasi,” bebernya.

Sementara itu, Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Berau melalui Kepala Seksi Kurikulum, Adang Salik mengungkapkan, dirinya sejauh ini belum mengetahui terkait penerapan konsep pendidikan berbasis karakter, yang juga ditujukan untuk siswa SMP tersebut. Apakah ada juga SMP di Kabupaten Berau, yang ditunjuk sebagai pelaksana project piloting tersebut atau tidak?

“Saya belum tahu kalau soal itu, mungkin Pak Kabid tahu. Tapi, beliau juga sedang tugas di luar daerah,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia