Gara-Gara JIBAS, MAN Berau Jadi Begini!!!

 

TANJUNG REDEB – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Berau, selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa, guru, dan wali muridnya, dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat saat ini. Salah satunya adalah, tersedianya Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah (JIBAS).

JIBAS merupakan sebuah CMS (Content Management System), yang bertujuan untuk memudahkan lembaga sekolah dalam memanajemen sistem informasi akademik, keuangan, perpustakaan, kepegawaian, pelaporan, dan sebagainya.

Sedangkan di MAN Berau, sementara ini JIBAS digunakan untuk memudahkan guru maupun orang tua, dalam mengkontrol siswa dengan bantuan SMS Gateway (jalur-red) melalui fingerprint (sidik jari-red), dimana SMS tersebut akan disampaikan ke kontak orang tua siswa secara otomatis.

“Kalau untuk sistem absensi, akan terintegrasi dengan kontak orang tua siswa tersebut. Jadi, begitu anaknya absen dengan fingerprint, nanti orang tua akan di SMS. Dimana SMS itu memberitahukan bahwa anaknya sudah sampai di Sekolah,” ungkap Ali Muttaqin Syuryanto, Kepala Sekolah MAN Berau kepada beraunews.com, Rabu (25/01/2017).

Aplikasi sistem manajemen ini hanya beroperasi pada waktu datang dan pulang sekolah. Pasalnya, sementara ini fingerprint tersebut hanya diprogramkan di dua waktu itu.

“Aplikasi ini diprogram hanya untuk jam 06. 00 Wita sampai 07.30 Wita, jadi lewat dari jam tersebut otomatis tidak bisa absen. Sedangkan, jika siswa diantara jam datang dan jam pulang ada yang izin atau mau kemana, masih menggunakan sistem manual yaitu izin dengan guru piket,” tuturnya.

 

Bahkan, tambahnya, JIBAS tersebut ke depannya bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media elektronik, internet, atau media jaringan komputer lainnya (E-Learning).

“Jadi, guru nanti bisa meng-upload (mengunggah-red) datanya berupa tugas di aplikasi itu, sehingga siswa bisa mendownload di aplikasi itu juga. Selain itu, aplikasi ini juga nanti akan difungsikan di perpustakaan (E-Library). Tapi, untuk saat ini kita lebih prioritaskan aplikasi tersebut untuk siswa, nanti kalau sudah selesai baru dioperasikan untuk gurunya dan perpustakaan,” tambahnya.

Ia berharap, JIBAS tersebut dapat berjalan dengan baik, dan terus dapat berkembang dari segala aspek pelayanan dan jaminan kepuasan orang tua siswa.

“Ke depannya semoga semua dimudahkan, orang tua juga puas dengan kualitas pelayanan sekolah. Dengan adanya aplikasi ini, pihak orang tua mengetahui keadaan anaknya disekolah, dan terbebas dari kenakalan remaja, salah satunya bolos di saat jam sekolah” tutupnya.(bnc)

Citizen Jurnalis: Catur Indra LP/Editor: R. Amelia