PAUD Bunga Bangsa Kurang Perhatian

SAMBALIUNG – Kondisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bunga Bangsa di Komplek Perumahan BTN Kampung Sungai Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, sudah 8 tahun kegiatan belajar mengajar berlangsung,   PAUD disana masih terus menumpang di rumah warga hanya dengan luas bangunan 4 meter x 6 meter. Hingga kini, PAUD Bunga Bangsa  belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah, akibatnya sarana dan prasarana yang dimiliki memang belum memadai.

Kepala PAUD Bunga Bangsa, Andi Senawati mengatakan, selama berdiri sejak tahun 2009, sekolahnya hanya satu kali  mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Kalimantan Timur berupa kursi belajar. Untuk meneruskan aktivitas belajar mengajar pihaknya terpaksa harus menumpang di salah satu rumah warga, meski kerap kali sekolahnya di bobol maling.

“Kami ini menumpang di rumah warga sejak tahun 2009, karena PAUD kami ini belum punya bangunan sendiri. Pernah ada bantuan kursi tahun 2011, itu saja dari provinsi. Setelah itu, tidak ada lagi. Ruang belajar saja sekarang lantainya sudah reot, Tapi mau gimana lagi, meski ini menyangkut kepentingan anak-anak Berau, tapi nyatanya sampai saat ini belum pernah ada kepedulian yang lebih dari pemerintah,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (14/6/2016).

Tak sampai disitu, dikatakan Wati (sapaan akrab Kepala PAUD), sekolah yang memilki anak didik sebanyak 32 orang ini, juga sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah bukan hanya dari segi fasilitas semata, namun juga kesejahteraan para guru. Betapa tidak, para guru yang menjadi penentu masa depan anak bangsa itu hanya mendapatkan gaji Rp300 ribu setiap bulan yang dibayarkan setiap 6 bulan dari bantuan provinsi.

“Nominal ini, sangat jauh di bawah dari gaji seorang karyawan pertokoan sekali pun,” bebernya.

Wati berharap, melalui pemerintahan yang baru ini, nasib pendidikan anak usia dini akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Pasalnya, hingga saat ini, nasib lembaga pendidikan PAUD masih sangat jauh dari kata layak.

“Ini adalah pemerintahan baru, saya mewakili bunda PAUD di Berau berharap sekali pemerintah bisa mengutaman nasib pendidikan usia dini,  karena karakter anak itu ditentukan sejak dini sebagi bekal dijenjang yang selanjutnya, tapi kalau kualitas pendidikanya sejak dini buruk bagaimana karakter anak kita bisa baik,” tutupnya.(msz)