Mulai Januari 2017, SMA/SMK di Berau Dikelola Provinsi

 

TANJUNG REDEB – Awal januari 2017 nanti pengelolaan sejumlah SMA/SMK sederajat akan diambil alih pemerintah provinsi. Segala sesuatu mulai dari penganggaran, pengangkatan guru dan pemilihan kepala sekolah menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Susila Harjaka menilai, beralihnya kewenangan itu sudah sangat sesuai. Selain amanah dari Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, menurutnya, peralihan ini juga akan semakin meningkatkan daya saing dalam dunia pendidikan. Apalagi saat ini provinsi akan menangani pendidikan di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

“Mulai awal Januari 2017 semua kewenangan all out ditangani provinsi. Kompetitifnya pasti akan semakin berkembang pesat karena seluruhnya berada di provinsi,” ujar kepada beraunews.com, Senin (19/12/2016).

Dengan perpindahan kewenangan ini, Harjaka meminta agar pemerintah provinsi bisa lebih serius dalam menangani dunia pendidikan. Ia yakin, dengan keseriusan yang dilakukan provinsi akan menjadi modal dalam meningkatkan dunia pendidikan sehingga menjadi lebih baik lagi.

“Saya malah lebih yakin dan percaya kalau ditangani provinsi. Akan semakin bagus dan mudah lah, asal mereka serius saja. Karena yang ditangani ini kan anak-anak kita, jangan sampai berdampak negatif setelah pindah,” tegasnya.

Ketika disingung mengenai kesulitan yang akan dialami para tenaga pengajar dalam melakukan urusan adminsitrasi, Harjaka meyakini jika dalam hal ini pemerintah telah memikirkannya. Ia membandingkan sebelum pendidikan ini ditangani di daerah masing-masing dan masih berada di provinsi tidak ada masalah yang dihadapi.

“Sebelumnya mereka juga pernah melakoni hal yang sama dan dulu lancar saja. Tentu ini juga menjadi pertimbangan awalnya sebelum diterapkan,” tutupnya.

Dalam peralihan kewenangan ini beberapa aset milik pemerintah daerah akan dialihkan ke provinsi. Pemerintah Provinsi akan menangani 14 SMA Negeri ditambah 8 SMK Negeri di Kabupaten Berau. Selain aset sekolah, sebanyak 412 aparatur sipil negara (ASN) juga telah dipindahkan, untuk guru dari jenjang SMA dan SMK sebanyak 342 personil.(M.S. Zuhrie)