Ini Sebab Siswa SMKN 8 Terpaksa Ujian Melantai

 

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Susila Harjaka angkat bicara mengenai siswa SMKN 8 Berau, Kampung Bumi Jaya Kecamatan Talisayan, yang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) tanpa menggunakan meja dan kursi.

Menurut Harjaka, kelas yang mereka gunakan saat ini merupakan pinjaman dari sekolah Ma'arif yang telah bubar di kampung tersebut. Peminjaman ruangan tersebut dilakukan lantaran SMKN 8 Berau kekurangan ruang kelas untuk melaksanakan UTS.

Harjaka mengaku telah berupaya melakukan penganggaran untuk pengadaan meja dan kursi (mebeler) di sekolah tersebut, akan tetapi rencana tersebut harus tertunda akibat adanya rasionalisasi yang terpaksa dilakukan Pemkab Berau, menyusul defisit anggran yang terjadi. Sehingga proses pengadaan mebeler ikut terkena imbasnya. Jika tidak, proses pengadaan mebeler itu telah selesai saat ini.

"Kami telah menganggarkan, namun karena rasionalisasi maka pengadaan alat bantu sekolah pun ikut terkena imbasnya, seharusnya jika tidak ada hal seperti itu (rasionalisasi-red), sudah clear masalahnya," ungkap Harjaka saat ditemui beraunews.com, Rabu (7/12/2016).

BACA JUGA : Astaga!!! Tak Ada Kursi, Siswa SMKN 8 Terpaksa Ujian Melantai

Peminjaman mebeler ke sekolah terdekat untuk digunakan para siswa SMKN 8 Berau, dikatakan Harjaka, merupakan solusi jangka pendek yang dilakukan pihaknya. Namun sejauh ini, pihak sekolah dilaporkan berupaya membeli mebeler melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sembari menunggu proses pengadaan mebeler di tahun mendatang.

"Kami dari Dinas Pendidikan telah mencarikan solusi jangka pendek dan pihak sekolah pun telah menyampaikan saat ini mereka telah memesan pembelian tempat duduk atau kursi," pungkasnya seraya berharap agar permasalahan proses belajar mengajar tanpa menggunakan meja dan kursi yang dialami siswa SMKN 8 akan segera berakhir Januari 2017 mendatang.(M.S. Zuhrie)