Sejak 2014, Pembangunan Gedung SMP Baru Telah Diusulkan

TANJUNG REDEB – Peristiwa pingsannya beberapa pelajar di Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah yang mengenyam pendidikan di SMPN 12, seharusnya menjadi sebuah pukulan keras sekaligus pembelajaran bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Berau dalam upaya memenuhi sarana dan prasarana wajib belajar 9 tahun.

“Paling tidak kejadian yang kemarin, itu menjadi sebuah (tanda akan) kebutuhan masyarakat untuk pembangunan sekolah. Ini kebutuhan, bukan kepentingan,” tegas anggota DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong yang diwawancarai beraunews.com, Jumat (28/10/2016) pagi tadi.

Dikatakannya, para pelajar terpaksa tetap menggunakan truk perusahaan kelapa sawit yang tidak layak sebagai sarana transportasi antar jemput mereka. Lantaran tidak adanya SMP yang terintegrasi dengan kampung mereka. Sehingga, mau tidak mau, para pelajar ini harus menempuh pendidikan di sekolah yang berjarak sekitar 18 kilometer dari kampungnya dan jika ditempuh menggunakan kendaraan roda empat akan memakan waktu hingga 30 menit.

“Kenapa mereka diangkut pakai mobil karena tidak ada sekolah SMP yang dekat atau terintegrasi dengan kampungnya. Sebenarnya kita tidak berbicara kampungnya, kita berbicara usia anak yang orang tuanya kerja di perusahaan-perusahaan disitu dan harusnya perusahaan juga memberikan bus antar jemput anak sekolah seperti yang di Kampung Gunung Sari,” ujarnya.

Pembangunan gedung SMP baru, dikatakan Rudi, antara Kampung Long Ayap, Long Ayan dan Punan Malinau telah diusulkan sejak tahun 2014 silam. Dengan jumlah kampung sebanyak 13 kampung, Kecamatan Segah baru memiliki 3 gedung SMP.

Dimana, 2 gedung SMP berada di Kampung Tepian Buah dan Kampung Long Laai diperuntukkan bagi seluruh anak usia wajib belajar 9 tahun, yang berasal dari 7 kampung, yakni Kampung Punan Mahakam, Long Laai, Punan Segah, Long Ayap, Long Ayan, Punan Malinau dan Tepian Buah.

 

“Memang SMP di Segah itu, untuk di hulu ada 1 di Long Laai, untuk mengampung Long Pay (Punan Segah-red) dan Long Ukeng (Punan Mahakam-red). Sedangkan, ke bawah itu ada Kampung Long Ayap, Long Ayan dan Punan Malinau, (SMP) adanya di Tepian Buah. Artinya, diantara ketiga kampung itu seharusnya ada sekolahan juga,” kata anggota Komisi III DPRD Berau itu.

BACA JUGA : Miris!!! Antar Jemput Pakai Truk Kelapa Sawit, 6 Pelajar Pingsan

Pihaknya sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi dengan Disdik terkait rencana pembangunan gedung SMP di antara ketiga kampung tersebut. Hasil rapat itu, dijelaskan Rudi, usulan pembangunan gedung SMP akan dimasukkan dalam APBD tahun 2017 mendatang.

“Kita kemarin rapat koordinasi dengan Disdik, itu akan menjadi usulan di 2017,” jelasnya.

 

Sementara itu, Camat Segah, Syafri membenarkan apa yang disampaikan Rudi P. Mangunsong. Ia mengatakan, usulan pembangunan gedung SMP di antara ketiga kampung tersebut, selalu masuk dalam Musrembang tingkat kampung hingga kecamatan di tahun 2014 dan 2015 lalu.

Namun, akibat defisit anggaran, pembangunan gedung SMP baru itu menggunakan APBD 2016 ditunda. Salah satu solusi sementara, ialah memanfaatkan gedung SD yang berada di Long Ayan, seandainya Disdik tetap ingin mendirikan SMP baru.

“Sudah ada perencanaan yang ditempatkan di Long Ayan karena bisa menampung pelajar dari Long Ayap, Long Ayan sendiri maupun Punan Malinau juga,” pungkasnya.(Andi Sawega)