Hujan Lebat, Banjir Kembali Terjadi

 

TANJUNG REDEB – Hujan yang melanda Kabupaten Berau, dengan intensitas tinggi membuat air meluap dari drainase Jalan Padat Karya, Kecamatan Gunung Tabur. Akibatnya, air menggenangi sebuah Sekolah Dasar (SD) 001 Gunung Tabur, Selasa (18/10/2016).

Akibat luapan air yang mengenai sekolah, 3 ruang jelas dan 1 ruang perpustakaan tergenang air sehingga pihak sekolah terpaksa meliburkan muridnya hingga kondisi air surut dan selesai dibersihkan.

Seperti pantauan beraunews.com di lapangan, beberapa murid SD yang masih berada di sekolah berupaya menyusun kursi agar tak terkena air dan beberapa buku perpustakaan pun terpaksa diamankan ke tempat yang lebih tinggi.

Salah seorang guru, Elham mengatakan, jika kondisi ini baru kali pertama terjadi karena luapan air drainase. Akibat dari luapan itu sendiri, pihaknya meliburkan siswa siswi kelas 1 dan 2 yang kelasnya tergenang air.

"Kita belum tahu sampai kapan kita liburkan, kalau memang cepat surut kita akan bersihkan dulu agar proses belajar mengajar lebih nyaman," ungkapnya.

Dikatakannya, jika kondisi ini tidak segera dicarikan solusi, dikhawatirkan kedepannya volume air yang menggenang akan semakin tinggi. Hal ini jelas akan kembali mengganggu proses belajar mengajar.

"Kami berharap bisa segera ada solusi terkait drainase di lingkungan sekolah ini, jika tidak khawatirnya saat hujan kembali mengguyur dengan waktu lama, volume air akan meluap lagi," tuturnya.

 

Kejadian serupa juga terjadi di kawasan Jalan Kedaung Kecamatan Tanjung Redeb. Tak hanya merendam badan jalan, banjir pun turut merendam SMPN 34. Di sekolah tersebut, siswa terpaksa harus melepas sepatu mereka agar bisa masuk ke dalam kelas.

Abudin, salah seorang guru di SMP tersebut mengatakan, banjir kali ini tidak sampai merembet masuk ke dalam kelas, namun jika tidak ada penanganan tidak menutup kemungkinan dalam 2-3 tahun ke depan, banjir akan masuk ke dalam kelas.

"Seperti tahun 2015 lalu, banjir sampai masuk ke dalam kelas, dan kami terpaksa memulangkan anak didik. Bahkan jika tidak ada penanganan, kami takutkan banjir akan masuk ke dalam kelas," ujarnya saat ditemui beraunews.com.

Banjir yang merendam saat ini, menurut Abudin masih rendah di banding tahun lalu, karena hujan yang terjadi tidak terlalu lama, namun yang dia takutkan apabila hujan kembali turun, maka kapasitas air akan kembali naik.

"Saat ini banjir tidak sampai masuk ke dalam kelas, jadi aktivitas belajar mengajar tidak terganggu. Hanya siswa banyak yang tidak mengenakan sepatu untuk sekolah," pungkasnya.(Dedy Warseto/M.S. Zuhrie)