Cegah Tindak Kekerasan Seksual Pada Anak Sejak Dini

TANJUNG REDEB – Tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang marak terjadi di kalangan perempuan, khususnya terhadap anak-anak di bawah umur semakin menyita perhatian dari berbagai pihak. Tak terkecuali bagi para guru, yang berperan sebagai orang tua kedua di sekolah.

Pendidikan seks usia dini dianggap merupakan salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan, baik oleh orang tua maupun guru agar anak-anak mengerti, memahami, menjaga serta menghindari kontak tubuh dengan lawan jenisnya, terutama saat berada di tempat-tempat umum.

Hal itu disampaikan seorang aktivis perempuan yang juga guru di SMA swasta Al-Falah Queen Kabupaten Berau, Maria Yosephi, saat ditemui beraunews.com.

Menurutnya, sebagian besar orang tua menilai pendidikan terkait seksualitas kepada anak-anak pada zaman ini merupakan hal yang tabu. Namun pada kenyataannya, kekurangan informasi terhadap hal tersebut terkadang justru membuat anak-anak tidak menyadari ketika dirinya menjadi korban kejahatan seksual.

"Seperti yang kita ketahui saat ini banyak sekali anak-anak kita yang menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan seksual, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawanya. Dan ini bukan lagi sekadar tanggung jawab orang tua, tapi juga kita semua sebagai orang-orang terdekat dari mereka. Bagaimana agar anak-anak kita bisa terhindar dari niat jahat para pelaku kejahatan seksual? Salah satunya dengan mengajarkan kepada mereka, mana saja bagian-bagian dari anggota tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh lawan jenis maupun orang yang baru dikenal. Kita sebagai orang tua jangan malu untuk memberi tahu segala hal yang belum diketahui anak-anak kita, termasuk anggota tubuh yang bersifat privasi," jelasnya.

Selain itu, tujuan untuk memberikan pendidikan tentang seksualitas kepada anak sejak dini juga diharapkan mampu menumbuhkan perilaku seks yang sehat dan mengajarkan pemikiran yang lebih bertanggung jawab bagi anak-anak. 

"Kalau kita sudah mengajarkan kepada mereka mana yang wajar mana yang tidak wajar, maka akan tumbuh dengan sendirinya pada diri mereka bagaimana menjaga diri ketika sedang berada di tempat umum ataupun lepas dari pengawasan orang tua. Ini sangat penting dilakukan mengingat sampai saat ini tingkat kebrutalan terhadap anak dan perempuan semakin sulit dikendalikan," lanjutnya.

Tak hanya memberi pemahaman terkait hal seksualitas, orang tua juga diharapkan mampu memberi arahan kepada anak-anak yang masih labil terhadap penggunaan media sosial maupun internet yang tanpa batas. Ia juga sangat berharap agar tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat segera dicegah dengan memberikan pemahaman terkait hal tersebut sejak dini.

"Di Berau sendiri mungkin memang tidak begitu ekstrem seperti kota-kota besar di luar daerah, justru itu pencegahan sejak dini harus dilakukan para orang tua agar tidak menyesal dikemudian harinya," tandasnya.(mta)