Tak Ada Anggaran, Finalis Berau Minta Dukungan Pemkab dan Perusahaan

 

TANJUNG REDEB – Menjadi finalis dalam sebuah lomba atau kompetisi karya ilmiah yang dilaksanakan beberapa universitas terkemuka, tentu dapat menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Terlebih, universitas tersebut merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang selalu masuk 10 PTN terbaik di Indonesia.

Hal ini seperti yang dirasakan ke-4 pelajar SMAN 4 Berau, yakni Annisa Cecar Rosi Purnama (Siswi kelas XI IPA II) maupun Aliya Saffana Mursalim, Risa Asri Setianingrum dan Puji Astutik (Siswi kelas XI IPA I).

Siswi-siswi SMAN 4 Berau ini berhasil menjadi finalis setelah berhasil menyisikan ratusan peserta yang ikut pada Kompetisi Pangan Nasional (Fermentation III) yang digelar Universitas Brawijaya (Unibra) dan lomba Esai Nasional GPA 1.0 yang digelar Universitas Airlangga (Unair).

Namun, guna mengikuti Kompetisi Pangan Nasional yang digelar Unibra dan lomba Esai Nasional GPA 1.0 yang merupakan gebyar esai nasional yang digelar Unair tersebut, dikatakan Pembina Finalis, Agusta Danang Wijaya, mereka membutuhkan bantuan anggaran. Anggaran itu akan digunakan untuk biaya transportasi (pulang-pergi) ke-4 finalis yang turut didampingi 1 orang pendamping.

“Masuk 20 besar ini, mereka bersiap-siap untuk mengikuti presentasi di Unibra. Dan Puji Astutik juga berhasil lulus dalam seleksi 10 besar tingkat nasional dan menjadi finalis,” katanya.

BACA JUGA : 4 Pelajar SMAN 4 Menjadi Finalis Lomba Inovasi Pangan

Dengan mengikuti kompetisi itu, dinilai Danang, akan memiliki banyak dampak, baik secara lokal maupun global. Potensi karya ilmiah ini dapat terus dikembangkan menjadi salah satu komoditas asli asal Kabupaten Berau khususnya inovasi pangan.

“Saya berharap kami bisa mendapatkan dana untuk tetap berangkat kesana karena ini juga bisa memajukan potensi yang ada di Berau,” jelasnya saat ditemui beraunews.com usai bertemu Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo diruang kerjanya guna memberikan proposal permohonan bantuan dana.

Sementara itu, Wabup Agus Tantomo yang menerima proposal tersebut mengatakan, Pemkab Berau sangat ingin membantu para pelajar Berau itu dalam mengikuti lomba atau kompetensi tingkat nasional tersebut.

Namun, dengan kondisi defisit anggaran yang terjadi, dirinya pun langsung mendisposisikan permohonan itu kepada beberapa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau. Perusahaan itu, diharapkan Wabup, mampu membantu finalis tersebut melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya disposisi ke perusahaan tadi. Saya minta ke PT Berau Coal atau PT BUMA,” pungkasnya.(Andi Sawega)