Ketua KPMKB : Kami Hanya Butuh Kepastian, Mau Diapakan Asrama Ini?

 

TANJUNG REDEB – Mahasiswa Berau yang menempati asrama Berau yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Komplek Pinang Mas, Sempaja, Samarinda, melalui Ketua Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Samarinda, Pujianto, kembali mempertanyakan nasib mereka serta asrama yang mereka huni.

Meski sebelumnya telah mendapat bantuan dari pihak yang memperdulikan nasib mereka untuk merenovasi asrama, namun dikatakannya, jika hanya dengan melakukan penambalan dibeberapa sisi bangunan tidak akan menjamin keselamatan bangunan tersebut.

BACA JUGA : Asrama “Mengerikan”, Mahasiswa Pertanyakan Kepedulian Pemkab

Pasalnya bangunan tersebut sudah hampir 15 tahun terakhir tidak pernah direnovasi. Maka dari itu, pihaknya akan tetap membahas permasalahan tersebut melalui jalur advokasi kepada pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempedulikan dan mau berbagai kepada kami, hanya saja masalah ini tidak akan selesai tanpa ada turun tangan dari pemerintah secara langsung,” ujarnya kepada beraunews.com, Kamis (29/9/2016).

 

Untuk kenyamanan seluruh penghuni asrama mahasiswa tersebut, ia sangat berharap ada jalan keluar yang tepat dilakukan pemerintah.

“Kami hanya bertanya, mau diapakan asrama ini sebenarnya? Kami tidak ingin ada pihak yang merasa disudutkan dengan permasalahan ini, tetapi kami juga butuh kepastian karena sudah 15 tahun tidak ada kepastian,” katanya,

BACA JUGA : Soal Asrama “Mengerikan”, Ini Kata Ketua DPRD

Menurutnya, banyak solusi yang dapat dilakukan pemerintah terkait dengan permasalahan kondisi asrama yang memprihatinkan tersebut. Namun ditegaskannya, meski demikian banyak solusi pihaknya tidak punya ranah dan kewenangan untuk melakukannya.

 

“Solusinya sebenarnya banyak sekali, tapi itu bukan ranah dan kapasitas kami sebagai seorang mahasiswa. Saat ini kami hanya menunggu kepastian terbaik dari pemerintah, dan sekali lagi kami tidak bermaksud untuk menyudutkan maupun membuat salah satu pihak tersudutkan dengan persoalan ini, kami hanya butuh kepastian,” tutupnya.(Marta)