Bupati : Meski Kurang Fit, Saya Perlu Ketemu Penulis Muda Jayanti Ayu Lestari

 

TANJUNG REDEB – Usai berjumpa dengan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah dan Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, penulis muda asli Berau, Jayanti Ayu Lestari kembali bertemu Bupati Berau, Muharram dikediamannya, Jalan Cendana. Ayu (sapaan akrab penulis novel “Saat Cinta Menyapa” ini) diterima Bupati sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu (17/9/2016) malam.

Mengetahui sedikit profil Ayu, Muharram langsung memulai percakapan dengan melontarkan beberapa pertanyaan langsung ke penulis kelahiran Kampung Merancang Ulu tersebut.

Meski dalam kondisi kesehatan yang sedikit menurun dan hal ini terlihat dari nada suara yang dikeluarkan orang nomor satu di Kabupaten Berau itu, percakapan tersebut tak disangka memakan waktu cukup lama. Muharram menjelaskan, kenapa dirinya tetap menerima kedatangan Ayu yang didampingi sanak saudaranya itu dan beraunews.com. Ia menilai, Ayu merupakan pemudi asli Berau yang spesial jika dibandingkan dengan orang-orang yang bertamu selama ini. Terlebih, selain berprestasi, Ayu ternyata memiliki banyak bakat yang luar biasa.

Selain itu, Muharram tidak ingin melewatkan kesempatan pertemuan dengan penulis muda asli Berau itu. Sebab, dalam waktu dekat, Ayu harus kembali masuk kuliah di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

“Bukan sekedar dia yang perlu, tapi saya juga yang perlu mengenal dan mengetahui supaya paling tidak saya juga bisa berikan motivasi sehingga (Ayu) bisa berprestasi lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” jelasnya.

BACA JUGA : Wabup Minta Penulis Muda Jayanti Ayu Lestari Diberikan Penghargaan dan Ikuti Jejak Penulis Sukses

Untuk pemuda-pemudi Kabupaten Berau lainnya, diharapkan Muharram, juga dapat mengikuti jejak Ayu, yang mau mengembangkan kemauan dan kemampuannya guna menghasilkan karya. Tidak harus berkarya berupa karya tulis yang dicetak dalam bentuk novel, cerpen atau lainnya, pemuda-pemudi Berau lainnya bisa berkarya berdasarkan minat dan bakatnya. Seperti, dunia musik, olahraga, teknologi dan sebagainya.

“Banyaklah nanti Jayanti-Jayanti baru yang bisa memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkarya, walaupun tidak mesti harus berupa karya tulis dan novel,” harapnya.

 

Sesungguhnya kemajuan suatu daerah, dikatakan Muharram, sangat ditentukan oleh kemauan, kecerdesan, dan semangat kaum mudanya. Ketika kaum muda yang merupakan masa depan Kabupaten Berau ini tidak memiliki bakat-bakat tertentu, hal ini dikhawatirkan justru akan masalah baru bagi Pemkab Berau dan instansi lainnya.

“Hari ini orang yang tidak memiliki semangat juang dan prestasi serta kemauan di atas rata-rata, itu agak susah masa depannya karena jumlah penduduk semakin banyak sementara lapangan pekerjaan sangat terbatas,” katanya.

BACA JUGA : Ketua DPRD Berau Minta Penulis Muda Jayanti Ayu Lestari Kembangkan Terus Bakatnya

Oleh karena itu, sejak usia duduk dibangku sekolah, ditegaskan Muharram, siswa-siswi harus mampu menunjukkan jati dirinya. Menentukan minat dan bakatnya berdasarkan kemampuannya sehingga dapat berpikir serius untuk dapat berkarya bagi tanah kelahirannya.

“Anak-anak muda di Kabupaten Berau, paling tidak diusia mahasiswa ataupun nanti pasca jadi sarjana adalah orang-orang yang sudah punya kemampuan yang dapat diandalkan. Karena kalau tidak, saya khawatir justru disaat-saat dia harus mandiri, malah mereka tidak punya kemampuan,” tegasnya.

 

Ketika pemuda-pemudi Kabupaten Berau, diusia duduk dibangku kuliah seperti Ayu telah memiliki karya, diyakini Muharram, tentu kaum muda seperti itu akan mudah mendapatkan lapangan pekerjaan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan malah menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Kalau seperti Jayanti ini, paling tidak baru mahasiswa sudah ada karyanya. Kemudian, bisa dikenal orang, setelah dikenal orang, otomatis saya ingin mengatakan orang seperti Jayanti tidak susah untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Tidak susah karena dia diketahui orang punya kemampuan. Apalagi memiliki kemampuan multi talenta,” pungkasnya.(Andi Sawega)