Siswa Terpaksa Belajar Di Aula, Kenapa Ya?

 

TANJUNG REDEB – Hujan yang mengguyur Tanjung Redeb sejak malam hari, Minggu (18/9/2016) membuat beberapa kawasan terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Tak hanya merendam sarana umum, banjir juga merendam 4 ruang kelas di SMP Negeri 2 Berau. Akibatnya, para pelajar terpaksa belajar di aula sekolah tersebut.

Pantauan beraunews.com, ketinggian air mencapai 30 cm dan juga air masuk hingga ke dalam kelas tersebut. Menurut Kepala SMPN 2 Berau, Putrianti Syahriningsih, ke-4 kelas tersebut memang sudah menjadi langganan banjir apabila hujan dengan intensitas tinggi melanda Tanjung Redeb. Kondisi yang memang rendah menjadi salah satu faktor kerapnya ruang kelas  terendam banjir, dan para pelajar memang sudah paham jika hujan deras dapat dipastikan kelas mereka terendam banjir.

"Iya ke empat kelas itu memang sudah menjadi langganan banjir, dan terpaksa siswa belajar di laboratorium ataupun aula agar tidak ketinggalan pelajaran," ujarnya.

Dikatakan Putrianti, pihaknya telah mengajukan permohonan untuk peningkatan ruang kelas dan rencananya pada tahun 2016 ini akan dilaksanakan peningkatan. Namun, kemungkinan rencana tersebut batal akibat defisit anggaran.

"Kami sudah mengajukan peningkatan kelas ke Dinas Pendidikan, namun melihat defisit anggaran kemungkinan akan ditunda hingga 2017. Apalagi, peningkatan kelas tidak dapat menggunakan dana bos atau bosda," ujarnya.

Kondisi serupa juga melanda SDN 022 Tanjung Redeb. Meski banjir di sekolah tersebut tak sampai masuk ke dalam kelas, tapi tak ayal kondisi tersebut membuat para pelajar yang turun ke sekolah harus melepas alas kakinya.

Menurut Muslimin, Wakil Kepala SDN 022, luapan banjir kali ini tidak sampai masuk ke dalam kelas, hanya parkiran dan halaman sekolah saja yang terendam banjir. Untuk aktivitas belajar mengajar sama sekali tidak terganggu.

"Untuk aktivitas belajar mengajar tidak terganggu sama sekali, siswa tetap semangat belajar meskipun tidak menggunakan sepatu," pungkasnya.(M.S. Zuhrie)