Ketua DPRD Berau Minta Penulis Muda Jayanti Ayu Lestari Kembangkan Terus Bakatnya

 

TANJUNG REDEB – Keinginan penulis muda asli Berau, Jayanti Ayu Lestari (23) yang ingin bertemu Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Berau sebelum kembali kuliah, Senin (19/9/2016) mendatang, terwujud.

Ayu (sapaan akrabnya), Sabtu (17/9/2016) kemarin berturut-turut diundang Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah dikediamannya, Jalan Ramania I pukul 16.30 Wita, selanjutnya diundang Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo dikediamannya, Jalan Ramania I pukul 17.15 Wita serta diundang Bupati Berau, Muharram dikediamannya, Jalan Cendana pukul 19.30 Wita.   

Perlu diketahui, kembalinya Ayu ke kampung halamannya sendiri, selain untuk mempromosikan secara langsung karya novelnya, yang terbit pada Agustus lalu ke masyarkat Berau. Kepulangan perempuan kelahiran Kampung Merancang Ulu ini, juga merupakan bentuk apresiasi dirinya terhadap keinginan Pemkab Berau melalui Bupati Muharram dan wakilnya Agus Tantomo serta DPRD Berau melalui Ketuanya, Syarifatul Sya’diah.

Dalam pertemuan Ayu dengan para petinggi di Kabupaten Berau tersebut, sangat banyak hal positif yang terungkap. Oleh karenanya beraunews.com akan terbitkan secara berseri. Pada edisi kali ini, akan disampaikan pertemuan Ayu dengan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah.

Di rumah dinas Sari (sapaan akrab Ketua DPRD Berau), Ayu yang didampingi sanak saudaranya dan beraunews.com langsung dijamu makan bersama Ketua DPRD Berau. Sembari, Ayu membalas setiap pertanyaan yang diajukan Sari kepadanya. Sebelumnya, Sari memang telah menyampaikan keinginannya untuk membeli beberapa novel berjudul “Saat Cinta Menyapa” karya Ayu, untuk kemudian dibagikan kepada anggota dewan lainnya

Salah satu peran penting anggota dewan yang merupakan wakil rakyat, dikatakan Sari, ialah mensupport setiap masyarakat Berau agar dapat berkarya. Terlebih, bakat dan hasil karya putra-putri asli Berau sudah lebih dulu didukung oleh pihak luar. Seperti, Ayu dengan karya tulisnya yang telah diterbitkan oleh perusahaan penerbit asal Jawa Tengah.

“Hebat sekali punya bakat kaligrafi dan menulis. Jangan sampai karyanya yang bagus, nanti tidak diketahui dan terbaca oleh orang Berau. Malah orang luar yang menghargai, jadi kita juga harus menghormati karya anak daerah sendiri,” kata Sari.

 

Dalam novel yang juga menggunakan latar atau setting (waktu, tempat, situasi dan kondisi) di Kabupaten Berau, ditambah Sari, tentu ini merupakan salah satu upaya untuk terus menggaungkan Berau ke dunia. Khususnya, mengenai sektor pariwisata yang memang ada tergambar dalam novel tersebut.

“Ini salah satu upaya menggaungkan Berau ke dunia luar. Dari karya tulis ini, mereka akan bercerita tentang Berau dari mulut ke mulut, melalui media dan lainnya,” tambahnya.

 

Oleh karena itu, Sari berpesan, Ayu dapat terus mengembangkan bakatnya sehingga bisa menghasilkan karya tulis yang lebih baik dan banyak lagi. Meski saat ini, Ayu yang tercatat sebagai mahasiswi di Kampus STAI Syamsul ‘Ulum, Kota Sukabumi, Jawa Barat ini sedang mengenyam dunia pendidikan yang sedikit berbeda dengan bakatnya tersebut, yakni mahasiswa semeter 7 jurusan Hukum Syariah.

“Saya berpesan untuk terus dikembangkan bakatnya karena dengan bakat ini, nantinya bisa memberi nilai plus bagi pemerintah daerah. Selain itu, juga bagi Ayu sendiri, dari segi komersialnya. Kita berharap itu karena nanti pasti ada multiplayer efek dibalik itu semua juga,” tutup Sari.(Andi Sawega)