Deklarasi Anti Narkoba, Kodim Pecahkan Rekor Muri

 

TANJUNG REDEB – Di tengah gawat darurat bencana narkoba yang sedang melanda seluruh penjuru wilayah Indonesia, Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/TRD, bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Polres, organisasi masyarakat, komunitas berbagai hobi dan olahraga serta sejumlah elemen masyarakat dan pelajar se-kabupaten Berau, mendeklarasikan anti narkoba, di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Rabu (14/9/2016).

Deklarasi anti narkoba yang dibacakan langsung Ketua BNK Berau, Agus Tantomo tersebut sekaligus merupakan agenda pemecahan rekor muri dengan pemasangan spanduk imbauan anti narkoba terbanyak sekitar 4.150 spanduk atau sekitar 4.150 meter yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Berau.

Lebih dari 2.000 pelajar SMA sederajat berpartisipasi dalam memeriahkan deklarasi yang digagas langsung Kodim 0902/TRD tersebut. Selain membentuk beberapa formasi imbauan anti narkoba, ribuan pelajar tersebut juga diberikan arahan dan wejangan untuk menjauhi narkoba dari beberapa mantan pengguna narkoba yang telah berhasil lepas dari jeratan barang haram tersebut.

“Hidup saya hancur setelah menggunakan narkoba, saya kehilangan harta, dijauhi teman-teman dan bahkan saya kehilangan istri saya hanya karena narkoba. Lebih dari 9 kali saya menjalani masa rehabilitasi, dan akhirnya sekarang saya sudah bisa kembali hidup normal tanpa siksaan narkoba,” kata Viktor, salah seorang mantan pengguna narkoba dihadapan ribuan pelajar.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0902/TRD, Slamet Santoso menyebutkan, kagiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan dan menjadi rekor muri tersebut, selain menjadi wujud perlawanan khususnya masyarakat Berau kepada narkoba, juga menjadi pembakar semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Tujuan kita bukan hanya menjadikan ini sebagai rekor muri, tetapi yang lebih dari sekadar tujuan kita ingin ini bisa menjadi semangat seluruh elemen masyarakat baik TNI, Polri, Ormas, OKP, Komunitas dan seluruhnya untuk bersatu melawan narkoba secara nyata. Itu yang ingin kita capai,” ungkapnya kepada awak media.

Selain melakukan penyebaran spanduk di sejumlah kecamatan, pemasangan spanduk juga dilakukan hingga ke pulau terluar, yakni Pulau Maratua dan Pulau Derawan, sebagai bentuk promosi wisata yang dilakukan sembari mengkampanyekan anti narkoba di Kabupaten Berau.

Bupati Berau Muharram, dalam sambutannya menyebutkan, Indonesia merupakan negara urutan ketiga dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di dunia setelah Meksiko dan Kolombia. Hal itu dikatakannya, bukan lagi kategori gawat darurat, melainkan telah menjadi bencana yang sangat luar biasa bagi Indonesia.

Bahkan, dalam sehari penduduk Indonesia yang meninggal dunia akibat narkoba bisa mencapai puluhan orang, yang jika dijumlahkan dalam setahun bisa mencapai belasan ribu jiwa melayang sia-sia akibat narkoba.

“Penduduk Meksiko dan Kolombia itu tidak sebanding dengan penduduk Indonesia. Penduduk Indonesia jauh lebih banyak dibanding kedua negara tersebut. Yang artinya kita sudah sangat jauh terjatuh oleh barang haram ini,” ujarnya.

 

Lewat deklarasi yang juga menjadi rekor muri tersebut, Muharram berharap ada hasil nyata yang dapat dirasakan dari perlawanan terhadap narkoba, yakni dapat meminimalisir angka narapidana yang terjerat narkoba.

“Hampir 70 persen narapidana yang ada di Berau saat ini, rata-rata tersandung kasus narkoba. Jadi setelah deklarasi ini, kita sangat berharap paling tidak ke depan angka tersebut dapat berkurang, tentunya karena kurangnya pengguna maupun pengedar narkoba. Kita harus buktikan bahwa kita mampu melawan narkoba bersama-sama,” tandasnya.(Marta)