Enterpreuner Muda Manfaatkan Pawai Budaya

 

TANJUNG REDEB – Pawai budaya yang di gelar pemerintah Kabupaten Berau, Sabtu (10/9/2016) untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206, dimanfaatkan dengan baik dan efektif oleh seluruh siswa-siswi salah satu SMA di Tanjung Redeb untuk mengasah skill enterpreunership (kemampuan wirausaha) mereka.

Sejak pukul 07.00 Wita hingga pawai berakhir, beberapa siswa-siswi sudah menyebar di beberapa titik lokasi untuk menawarkan dagangan mereka, mereka tampak mencolok dengan baju lapangan yang dikenakan lengkap dengan celemek berlambang sekolah mereka.

Jenis dagangan yang ditawarkan juga beraneka ragam, mulai dari aneka snack yang merupakan hasil dari swadaya dan kerjasama dengan para orangtua siswa hingga aneka minuman dingin yang merupakan handmade tim Jasa Boga Wirausaha (Jagaw) yang berada di bawah koordinasi Badan Eksekutif Siswa Terpadu (Best) sekolah.

"Praktikum wirausaha ini sangat efektif meningkatkan kepercayaan diri dan skill komunikasi seluruh siswa," ungkap Fauzan Izzatuddien, Ketua Best sekolah.

 

Menurut Fauzan, banyak teman-temannya yang awalnya malu untuk menawarkan dagangan mereka karena tidak banyak generasi muda apalagi seusia SMA melakukan hal yang sama.

"Tapi setelah mencoba, jujur kami merasa bangga bisa menghasilkan uang sendiri dan jadi lebih bisa menghargai jerih payah orang tua kami selama ini," kata siswa yang juga pernah dinaubatkan sebagai salah satu siswa berprestasi di lingkup sekolahnya.

Senada dengan itu Wakil Bagian Kesiswaan sekolah tersebut, Ma'rifah, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh seluruh siswanya.

"Ini merupakan salahsatu sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter yang ada di sekolah," tegasnya.

 

Kegiatan ini juga menjadi ajang dimana siswa dididik untuk lebih percaya diri, memiliki skill dan cerdas menyikapi peluang. Sesuai mottonya, Terampil, Mandiri dan Robbani menyiapkan siswa yang mampu bersaing di masa depan dan menjadi bagian dari solusi bangsa, bukan bagian dari permasalahan.

"Ada banyak keterampilan yang didapatkan melalui berdagang. Kejujuran, kemampuan komunikasi, menjaga amanah, disiplin, kepercayaan diri bisa didapatkan melalui berdagang. Kami mengacu dan belajar pada sejarah Islam dimana Rasulullah dan sebagian besar sahabatnya adalah pedagang," sambungnya.

Jika banyak sekolah yang sudah berteori tentang young enterpreuner, sekolah kami mencoba mengaplikasikannya dengan terjun langsung ke lapangan.

"Semoga ini menjadi salah satu motivasi dan inspirasi bagi generasi muda untuk selalu kreatif dalam memanfaatkan momentum dan peluang, sehingga masalah pengangguran di negeri ini bisa teratasi," tandasnya.(Marta)