Guru Diharapkan Ikuti Teacher Supercamp 2016 Garapan KPK

TANJUNG REDEB – Dunia pendidikan di Indonesia baru-baru dihebohkan adanya sebuah video aksi pelajar SMA Negeri 3 Solo, Jawa Tengah yang menceritakan bagaimana sekelompok pelajar dari OSIS sekolah tersebut menemukan kejanggalan dan menjaring gerakan untuk membongkar praktik korupsi yang diduga dilakukan  kepala sekolah maupun wakilnya.

Oleh karena itu, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, pasal 6 huruf (d) disebutkan, salah satu tugas KPK melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi. Namun, dalam menjalankan tugas dan fungsinya KPK tidak bekerja sendirian. Untuk itu, KPK ingin melibatkan para tenaga pendidik dalam penulisan literatur antikorupsi, terutama untuk kalangan remaja bertajuk “Teacher Supercamp : Guru Menulis Antikorupsi”.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Susila Harjaka melalui Kepala Seksi  Kurikulum Pendidikan Menengah (Dikmen), Marsis membenarkan telah menerima surat tembusan dari KPK RI itu. Ia mengatakan, kegiatan ini akan melibatkan para tenaga pendidik dari seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Berau yang memiliki minat, bakat, atau pengalaman dalam menulis bahan bacaan remaja serta memiliki semangat dan komitmen dalam pendidikan antikorupsi.

“KPK membuka kesempatan bagi para guru untuk terlibat dalam membangun generasi jujur dan berkarakter antikorupsi,” katanya.

Ditambahkan Marsis, saat ini baru ada tiga SMA/SMK/MA yang telah menerima edaran, yakni SMAN 3 Berau dan SMAN 11 Berau yang berada di Kecamatan Talisayan, serta SMAN 4 Berau yang ada di Kecamatan Sambaliung. Kedepannya, seluruh SMA/SMK/MA di Kabupaten Berau yang berjumlah 37 sekolah akan menerima poster tersebut.

“Harapan kami untuk para guru kita, itu akan mengikuti kegiatan ini. Sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan oleh pihak panitia, dalam hal ini KPK,” harapnya.

Hal senada pun diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Dikdas), Sikun. Dijelaskannya, kegiatan ini diperuntukan bagi pendidik tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Indonesia. 25 guru yang dinilai memiliki karya terbaik akan diundang mengikuti pelatihan selama 5 hari di Jakarta dan Lembang, Jawa Barat.

“Peserta akan mengirimkan karyanya sesuai kategori guru. Yakni, cerita bergambar untuk guru TK/RA/PAUD dan SD/MI kelas 1-3, cerita pendek anak untuk guru SD/MI kelas 4-6, komik untuk SD/MI kelas 4-6, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Terakhir, kategori karya skenario film pendek remaja untuk guru SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Semua bertema antikorupsi dan kearifan lokal,” pungkasnya.(Andi Sawega)