Pemuda dan Beasiswa Berau

Pertama-tama penulis mengucapkan terimaksih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang telah mewujudkan dedikasi terhadap masa depan pendidikan Kabupaten Berau atas diterbitkannya program beasiswa untuk seluruh putra-putri Berau.

Sejak 7 tahun silam, simpang siur informasi terkait beasiswa dikalangan mahasiswa Berau yang belajar dipelbagai perguruan tinggi (PT). Ada beberapa efek yang mengemuka di kalangan mahasiswa atas keambiguan informasi beasiswa dahulu. Misal adanya kecemburan sosial terhadap mahasiswa non asrama dan penghuni asrama yang kerap terklaim memonopoli informasi beasiswa. Sehingga kerap terjadi silang pendapat antar sesama mahasiwa, yang akhirnya mendegradasi visi dan cita-cita berasama dalam membangun Kabupaten Berau dengan perhelatan akademik yang maksimal diantara keduanya.

Ihwal realitas tersebut adalah hasil dari riset (pengamatan) penulis sejak menjadi mahasiwa S1 di Samarinda lalu, tepatnya 5 tahun lalu. Tentu kita tidak ingin efek tersebut menjadi obat yang menidurkan potensi pemuda Berau.


Dengan diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur beasiswa daerah Berau, ini menjadi langah kongkrit Pemerintah Daerah dalam menjawab kegelisahan mahasiwa dan pemuda Berau.

Sehingga dengan upaya program beasiswa daerah dapat menjadi semacam pil semangat baru dalam mengembangkan visi dan cita bersama para mahaiswa untuk mengedapankan prestasi-presatasi akademik kedapannya. Prestasi-presatasi akademik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Berau.

Dengan adanya program beasiswa yang dikabarkan akan memfasilitasi kurang lebih 920 orang mahasiswa dari berbagai tingkat kesarjanaan, dengan alokasi dana yang akan diterima sebesar Rp3 juta per mahasiswa. Angka yang terbilang baik demi pengembangan generasi muda Berau yang akan menjawab tantangan masa depan Kabupaten Berau.
 
Tentu kita berharap dengan alokasi dana tersebut dapat equal dan disambut baik oleh generasi muda dengan semangat prestasi akademik yang baik pula.


Ke depan, sebagai konsekuensi logis dari perwujudan Pemerintah Kabupaten yang telah mengkonfirmasi atas kegelisahan mahasiswa atas beasiswa. Pemerintah juga hendak mengajukan satu syarat umum kepada penerima beasiswa agar dana beasiswa tidak majadi mubazir.

Syarat umum tersebut adalah perlunya penerima melakukan studi atau riset yang objeknya ditujukan atau dilakukan di Berau. Sampai hari ini Kabupaten Berau masih minim terhadap data yang dipublikasikan secara up to date.

Maka kita berharap dari tugas ahir, skripsi ataupun jurnal dapat dilakukan riset oleh penerima beasiswa nantinya akan mempublikasikan data ke pemerintahan ataupun data tetang pariwisata dan kebudayaan.

Kemudian, untuk pengembangan sumber daya manusia, sekiranya ke depan Pemkab Berau menindak lanjuti perihal beasiswa di bidang Magister (S2) untuk menjadi tenaga pengajar dan riset profesional di sekolah tinggi yang ada di Berau. Atau sebagai persiapan matang dalam mewujudkan mimpi besar pendidikan Berau dalam memiliki Universitas-Perguruan Tinggi di Berau.

Semoga dengan adanya program beasiswa kabupaten tersebut, menjadi langkah bersama seluruh generasi Berau dalam membangun untuk semua. Kita bersama-sama berupaya menjadikan Kabupaten Berau sebagai mini laboratorium pendidikan, pariwisata, kebudayaan dan politik bagi seluruh kabupaten se-Indonesia, umum Dunia Internasional.(bnc)

* Syamsuddin Juhran (Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan NonFormal UNY, asal Berau dan Pegiat Kawal Literasi Berau)