Kampanye Setop Kekerasan Serta Bullying Terhadap Anak

 

TANJUNG REDEB – Maraknya kekerasan seksual serta tindak 'bullying' kepada anak usia remaja, mendorong sekelompok anak muda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa untuk memberikan dukungan moral kepada para korban tersebut.

Hal itu ditunjukkan dengan aksi sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dampak pelecehan seksual maupun bullying, bagi anak di masa yang akan datang. Tak hanya itu, sekitar 40 orang pelajar dan mahasiswa turun ke jalan-jalan untuk melakukan aksi sosialisasi dan menggalang dana bagi korban kekerasan seksual dan bullying.

"Kami sengaja melakukan hal ini di tengah maraknya kekerasan dan bullying terhadap anak. Kami ingin agar ada kesadaran yang timbul di masyarakat, kesadaran akan dampak buruk bagi anak jika tindakan tersebut terus dilakukan," ungkap Koordinator aksi, Diru Wijaya,  saat ditemui beraunews.com, Sabtu (11/03/2017), di lokasi berjalannya aksi, yakni di Jalan Pulau Derawan,  Ahmad Yani, Taman Sanggam dan Taman Cendana.

Selain itu,  aksi tersebut juga dilakukan agar Pemkab lebih memperhatikan kondisi saat ini. Dimana keselamatan anak sedang terancam dengan adanya predator anak.

"Tahun 2015, Berau pernah menjadi kota layak anak. Karena Berau dianggap kota yang aman bagi anak, baik dari kekerasan seksual maupun bullying. Namun setelah terjadi beberapa kali kasus kekerasan dan bullying kepada anak,  sepertinya gelar kota layak anak tersebut tidak bisa lagi digenggam Berau. Ini yang harus jadi perhatian juga bagi Pemkab," ucapnya.

Ia pun berharap,  melalui kegiatan tersebut akan semakin banyak orang yang peduli terhadap keselamatan anak.

"Semoga ke depan tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi korban, baik kekerasan seksual, kekerasan fisik,  bullying dan hal lain yang dapat memberikan dampak buruk kepada masa depan anak," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia