Pesan Moral HMI dan KOHATI Dari Peringatan Hari Ibu : Bila Kaum Perempuan Baik, Maka Negara Baik Pula

TANJUNG REDEB – HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan KOHATI (KorpsHMI Wati), Kamis (22/12/2016) pukul 16.00 Wita menggelar aksi solidaritas memperingati hari ibu yang biasa diperingati pada 22 Desember.

Aksi tersebut dilakukan untuk memberikan pesan betapa pentingnya meneladani dan menghargai jasa para ibu yang selama ini telah mati-matian berusaha dalam membahagiakan anak-anak mereka.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan orasi tentang ibu oleh Hidayat Syarif dan Muhammad Ali Akbar. Disamping itu, juga dilakukan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Shella dan Sitti Rabiah.

BACA JUGA : Bupati : Selain Karir, Wanita Juga Harus Sukses Rumah Tangga

Hidayat menyampaikan, aksi tersebut dilakukan dipersimpangan empat antara Jalan Pemuda dan Jenderal Sudirman dengan membagikan bunga kepada pengendara yang melintas.

"Ada sekitar seribu karangan bunga hasil karya tangan dari teman-teman KOHATI Berau, yang kita bagikan kepada pengendara. Alhamdulillah, tanggapan mereka semua positif," ujarnya kepada beraunews.com, Kamis (22/12/2016) tengah malam.

Lebih lanjut disampaikannya, misi sejati peringatan Hari Ibu adalah mengenang perjuangan kaum perempuan menuju kemerdekaan, dan pembangunan bangsa. Sebab lanjut dia, jika ditilik dari apa yang dilakukan para pejuang saat itu, titik sentral yang digarap adalah kaum perempuan secara umum, bukan sebatas hari ibu saja. Perempuan adalah tiang Negara.

 

"Bila kaum perempuannya baik, maka negaranya baik pula, namun jika perempuannya rusak maka rusaklah negara itu," ujarnya.

Mengingat peran sosok ibu atau perempuan yang begitu penting, maka menurutnya, perubahan mindset (pola pikir) perlu dilakukan. Perempuan saat ini harus berpendidikan tinggi. Karena, pembinaan pertama seorang anak berada di keluarga, dengan peran sentral berada dipihak ibu.

"Sehingga, implikasinya, baik buruknya moral generasi muda, bahkan moral pemimpin negara berada di tangan perempuan. Jadi sebagai anak, wajib lebih menghormati lagi ibu, dan menghargai ibu sebagai sosok perempuan yang kuat, dan terhormat," bebernya.

 

Tak hanya melakukan aksi dijalanan saja, HMI dan KOHATI juga mendatangi sejumlah pejabat perempuan, seperti Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya’diah.

BACA JUGA : Wanita Penentu : Syarifatul Sya’diah : Emansipasi Jangan Kebablasan (Bagian 3)

Dalam pertemuan tersebut, syarifatul mengatakan, ibu merupakan sebuah pondasi dalam kehidupan, bahkan ibu bisa menjaga 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa menjaga seorang ibu. Seiring berkembanganya emansipasi wanita, kini para ibu sudah banyak memiliki karir bagus. Baik menjadi pejabat pemerintahan, menjadi pengusaha, maupun aktivis. Namun tetap harus menomor satukan keluarga.

"Kesuksesan itu harus juga seiring dengan kesuksesan ibu dalam sebuah keluarga," tandasnya.(Hendra Irawan)