Donna Faroek : Meski Ada Kebijakan, Musda KNPI Berau Sah dan Legal

TANJUNG REDEB – Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Berau ke XIII, diakui Dayang Donna Walfiares Tania atau Dayang Donna Faroek selaku Ketua DPD KNPI Kaltim versi Fadh Arafiq, merupakan yang paling berkesan se-Kaltim.

Pasalnya, musda yang dimulai, Rabu (28/9/2016) di Hotel Grand Parama, mengalami deadlock hingga berpindah tempat ke Hotel Bumi Segah, Sabtu (1/10/2016). Selain itu, dengan segala dinamika yang ada, termasuk dirinya ditunjuk-tunjuk pendukung salah satu calon ketua, menjadikan musda paling heboh se-Kaltim.

Dikatakan Donna, pada musda tersebut, ada 3 calon ketua yang mendaftar, yakni Surya Darma, Arman Nofriansyah Suharman dan Achmad Muliadi. Terkait deadlock-nya musda tersebut, dijelaskan Donna, lantaran diawal persidangan ada keputusan Steering Committee (SC) melalui anggotanya, Desy Fitriansyah yang tak bisa diterima oleh beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) peserta musda yang juga pendukung salah satu calon ketua, tentang hasil verifikasi peserta dan penetapan calon.

“Musda yang dimulai tanggal 28 September memang deadlock hingga 1 Oktober. Penyebabnya banyak, antara lain keputusan Desy selaku SC yang menetapkan Muliadi sebagai calon tunggal Ketua KNPI Berau periode 2016-2019. Bahkan, akibat keputusan tersebut, informasi yang saya terima, Desy malah sempat dikejar-kejar pendukung salah satu calon ketua,” bebernya saat menghubungi beraunews.com, Senin (3/10/2016) sore.

 

Baginya, keputusan Desy selaku SC dalam menetapkan calon tunggal merupakan hal yang sudah tepat. Sebab, keputusan tersebut dilakukan berdasarkan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI, khususnya ART Pasal 21 Ayat 3 huruf d yang berbunyi untuk dapat dipilih menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten/Kota, maka selain memenuhi ketentuan Pasal 21 Ayat 2 di atas, calon ketua harus mendapatkan rekomendasi dukungan tertulis dari 3 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) serta sekurang-kurangnya 6 OKP Nasional yang berhimpun dalam KNPI dan berstatus sebagai peserta musda.

“Keputusan Desy selaku SC sudah benar karena sesuai ART Pasal 21 Ayat 3 huruf d. Sebab, saat itu Muliadi mengantongi dukungan 11 DPK dan OKP, sementara Surya hanya mengantongi dukungan OKP saja,” ungkapnya.

Donna mengakui, awalnya dirinya tak dapat menghadiri musda lantaran disaat bersamaan ia yang juga pengurus inti KONI Kaltim, harus berada di Jawa Barat menghadiri PON XIX/2016. Namun, dengan segala dinamika yang ada dan deadlock-nya musda tersebut, dirinya harus turun langsung menghadiri musda. Alhasil, tepat pukul 14.00 Wita, Sabtu (1/10/2016), SC kembali menggelar persidangan yang kembali dipimpin Desy.

Baru berjalan beberapa saat, sidang kembali deadlock, lantaran pendukung salah satu calon ketua, meminta Desy untuk keluar dari arena musda. Suasana yang kembali tegang dan semakin memanas. Hingga malam hari, massa terus berdatangan dan berkumpul mengelilingi arena musda. Situasi itu, membuat Polres Berau menambah jumah personel untuk mengamankan situasi.

 

Solusi mengatasi situasi tersebut, Donna selaku Ketua KNPI Kaltim menggelar mediasi antara kedua calon, disaksikan Fathur Rahman selaku Ketua SC, dan Polres Berau. Mediasi berjalan alot hingga memakan waktu sekitar lima jam.

“Saat saya memediasi Surya dan Muliadi, Surya sempat ngotot dan tak terima dengan keputusan SC, dan saat itu saya sempat menyampaikan terkait loyalitas dan integritas Surya yang sebelumnya juga telah mengikuti musda KNPI versi Koi (Khairuddin-red) dan sudah bertandatangan tak akan mengikuti musda lainnya. Atas dasar itulah kemudian Surya melemah dan mau melanjutkan mediasi. Hasilnya, dari ketiga calon tersebut hanya dua calon yang lolos verifikasi, yaitu Muliadi dan Surya,” ungkapnya.

BACA JUGA : Musda KNPI Berau Versi Dona Di Gelar Rabu Ini, Kredibilitas Salah Satu Bakal Calon Dipertanyakan

Setelah mediasi berhasil dilakukan, lanjut Donna, maka musda bisa kembali di gelar pada pukul 23.00 Wita dengan pengawalan ketat aparat dan berakhir tepat pada pukul 00.00 Wita. Surya dinyatakan sebagai Ketua DPD KNPI Berau periode 2016-2019 yang terpilih secara aklamasi setelah Muliadi legowo menyatakan mengundurkan diri dihadapan peserta.

“Surya terpilih lantaran, malam itu seluruh OKP pendukungnya berada di arena musda, sementara pendukung Muliadi sudah tak ada lagi di arena,” tuturnya.

 

Saat ditanya, apakah musda sudah sah dan legal, sebab selain syarat dukungan DPK yang tak dikatongi Surya, Ketua terpilih juga tak kantongi syarat sebagaimana diatur ART Pasal 21 Ayat 2 huruf d, khususnya poin 1 dan 4. Ditanya seperti itu, Donna menegaskan jika musda sudah sah dan legal dan berjalan sesuai AD/ART KNPI, meskipun dalam perjalanannya mengikuti dinamika forum di lapangan.

“Kita sudah menyelenggarakan musda sesuai AD/ART, namun melihat dinamika di lapangan, mengharuskan kita mengambil kebijaksanaan untuk menyelesaiakan persoalan yang ada. Jadi, saya tegaskan musda sudah sah dan legal. Selain itu, saya tegaskan juga jika tidak akan ada gugatan dari Muliadi akan hasil musda ini, karena Muliadi diplot sebagai Sekretaris KNPI Berau mendampingi Surya,” pungkasnya seraya berpesan agar KNPI jangan dijadikan kendaraan politik saat Pemilihan Gubernur tahun 2018 mendatang.(Dedy Warseto)