Dispora : Pemuda Berprestasi Berau Banyak Direkrut Daerah Lain

TANJUNG REDEB – Banyak potensi yang dimiliki pemuda pemudi asal Berau, baik dibidang olahraga maupun bidang lainnya. Keberhasilan Dimas Juni Atmoko (13) meraih podium pertama kelas kelas MP 5 seri 3 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region 4 Kalimantan yang berlangsung di sirkuit Permanen Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada 6-7 Aggustus 2016 lalu, mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Suprianto.

Ditemui di ruang kerjanya, Suprianto mengaku bangga melihat anak seusia Dimas sudah menorehkan prestasi tingkat nasional. Namun keberhasilan Dimas mengharumkan nama Kabupaten Berau membuatnya jadi rebutan banyak tim balap lain. Hal ini dibuktikan dengan bergabungnya Dimas dengan tim balap asal Yogyakarta.

"Tak dipungkiri kita kehilangan satu potensi lagi. Dimas bocah nekat asal Teluk Bayur itu harus berkiprah di kota lain. Tentunya keputusanya itu harus kita dukung. Meskipun kita harus kehilangan dia," ungkapnya kepada beraunwes.com, Rabu (10/8/2016).

BACA JUGA : Dimas “Dibajak” Tim Asal Yogyakarta

Dirinya mengakui, masih belum terakomodirnya hobi balap kuda besi menjadi alasan banyak pembalap Berau lebih memilih berkarir di kota lain yang lebih baik lagi. Namun demikian, tak membuat Dispora patah arang.

Dikatakannya, pihaknya juga telah memberikan peluang kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Berau untuk memanfaatkan area waterboom sebagi arena berlatih balap demi menyalurkan bakat terpendam pembalap muda Berau.

"Saya sudah komunikasi kepada IMI Berau dan kepolisian, untuk manfatkan area Waterboom Kakaban Aquatic untuk berlatih balap, tapi syaratnya harus pakai safety (pengaman)," jelasnya.

Suprianto mengaku, kalau tidak diberikan fasilitas, pihaknya khawatir semakin banyak pembalap Berau yang membela daerah lain. Namun terkait Dimas yang bergabung dengan tim asal Yogyakarta, Suprianto tatap mendukung penuh dengan harapan Dimas akan tetap memperkuat Berau jika diperlukan.

"Ini jadi perhatin dan pemikiran kita. Jangan sampai pemuda berpotensi kita justru betah bermain di daerah lain," tutupnya.(msz)