Dimas, Bocah Nekat Asal Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Selama ini, kebut-kebutan dengan roda dua selalu identik dengan preman dan geng motor. Namun anggapan tersebut kini dipatahkan Dimas Juni Atmoko (13), putra ke-3 pasangan Sumarjo dan Rita, warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur. Pasalnya, Dimas mampu menorehkan prestasi yang diluar perkiraan.

Bagaimana tidak, masih berusia belia dan pantas disebut bocah tersebut, Dimas mampu meraih juara pertama di kelas MP 5 seri 3 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region 4 Kalimantan yang berlangsung di sirkuit Permanen Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara pada 6-7 Aggustus 2016 lalu.

Dalam wawancara khusus beraunews.com dengan Dimas, diketahui jika dirinya tak menduga mampu finish di urutan pertama, apalagi hal itu merupakan pengalaman pertamanya terjun di ajang balap motor kelas tingkat nasional.

"Saya bisa naik motor usia 8 tahunan, cuma betul-betul suka balapan baru akhir tahun 2015 ini. Dan Alhamdulillah, saya langsung juara nasional kelas pemula MP 5," ungkapnya.

Dukungan serta keinginan yang kuat, diakui Dimas menjadi motivasi tersendiri saat dirinya berlatih dan bertanding. Tak dipungkiribya, rasa takut sempat menghampiri saat akan bertanding, namun demi meraih impian sebagai pebalap profesional, Dimas mampu mengalahkan rasa takut tersebut.

"Sempat tidak berani, tapi saya sudah berlatih terus menerus. Jadi saya harus buktikan latihan saya selama ini melalui Kejurnas," tegasnya.

Selain menjuarai ajang balap motor tingkat nasional, ternyata kiprah Dimas di motor balap kelas pemula juga telah diakui di tingkat kabupaten dan provinsi.

"Pernah juara Kejurprov 2016 dan Kejurda 2016. Walaupun hanya mampu finish di urutan lima besar," ujarnya.

Dengan torehan prestasi yang cukup gemilang diusia yang tergolong sangat muda, Dimas menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga. Hal ini pun membuat dirinya mendapat julukan bocah nekat.

"Mungkin karena saya masih kecil dan berani balapan, makanya saya dijuluki bocah nekat (anak nekat) sama keluarga. Akhirnya, nama itu saya pakai sebagai identitas saya di arena balap," tutupnya.(msz)