Mau Bangun Sport Centre, Serius?

TANJUNG REDEB – Pemkab melalui Bupati Berau Muharram, mendukung penuh rencana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) membangun sport center atau pusat olahraga yang sekaligus menjadi sirkuit balap permanen. Sebagai media mengasah kemampuan diberbagai bidang olahraga, fasilitas ini memang dinilainya layak di bangun sesuai kebutuhan.

Hal itu dilakukan mengingat banyaknya pemuda Berau yang tertarik menekuni dunia balap motor dan sekaligus mencegah adanya balapan liar yang dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan keselamatan jiwa mereka dan pengguna jalan lainnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Suprianto, Kepala Dispora, mengaku saat ini pihaknya sedang dalam tahapan studi kelayakan lokasi yang nantinya akan dijadikan sirkuit permanen. Luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun sirkuit permanen yang mereka sebut sebagai sport center tersebut diperkirakan sekitar 20 hektar. Tak hanya sirkuit permanen, rencananya sport center tersebut akan dilengkapi dengan stadion dan beberapa indoor (event di dalam ruangan) untuk cabang olahraga lainnya.

Meski APBD Berau saat ini sedang dalam masa penurunan drastis, namun ia mengaku pihaknya tidak hanya sekadar mengharapkan dana APBD saja, melaikan mengupakan juga dana dari APBD Provinsi maupun APBN melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Tahun ini untuk pembangunan sport center yang didalamnya juga akan ada sirkuit permanen, sedang dalam tahapan. Kita ada anggaran untuk melakukan studi kelayakan, semua harus dikaji dulu. Mulai dari aspek ekonomi maupun sosial masyarakatnya,” ujarnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (30/7/2016).

Beberapa lokasi pembangunan sport center yang direncanakan Dispora, seperti Kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur hingga Gunung Tabur. Namun hingga saat ini yang diperkirakan layak dijadikan lokasi pembangunan ada di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur. Sebab salah satu kriteria layak atau tidaknya lokasi tersebut, yakni jauh dari pemukiman warga, namun mudah di akses menuju lokasi, tidak padat dan tidak sulit.

“Yang namanya studi kelayakan kita tidak bisa langsung menentukan lokasi mana yang dipilih. Nantinya kalau sudah ada lokasi yang dianggap layak, akan langsung dibebaskan. Kita juga sempat sharing (tukar pendapat-red) dengan beberapa perusahaan, semoga mereka bisa menghibahkan tanah untuk pembangunan ini,” bebernya.

Saat ini Dispora telah berkoordinasi dengan Kemenpora terkait studi kelayakan lokasi. Jika lokasi telah ditentukan, Kemenpora siap meninjau lokasi dengan catatan tidak ada masalah terkait lokasi yang ditentukan tersebut. Kemudian, setelah lokasi pembangunan sudah ditetapkan, realisasi sport center secara fisik ditargetkan dapat terwujud paling tidak tahun 2018 atau 2019 mendatang, sehingga ke depan pemuda Berau dapat menikmati keberadaan sport center sebagai wadah menyalurkan bakat dan minat mereka termasuk di dunia balap.

“Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengarahkan seluruh pemuda, dan wujudnya adalah dengan merencanakan pembangunan sport center ini. Kami akan terus bersinergi dengan Dandim maupun Polres untuk menekan angka balapan liar dikalangan anak muda. Semoga harapan pemuda Berau terkait sirkuit balap permanen ini bisa segera terwujud,” tutupnya.(mta)