Luar Biasa, Meski Latihan Di Gedung Nyaris Ambruk, PTMSI Lahirkan Atlet Berprestasi Internasional

TANJUNG REDEB – Gedung pemuda yang berlokasi di Jalan SA Maulana menjadi pusat pelatihan dan pembinaan atlet tenis meja di bawah naungan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Berau. Meski jauh dari kata layak, gedung yang sudah mendekati “ajal” itu terpaksa dimanfaatkan sejak tahun 2009 lalu.

Pantauan beraunews.com, dinding, atap, plafon, lantai bangunan rusak parah, usai hujan kerap tergenang air, peralatan olehraga kerap hilang akibat pintu bangunan sangat mudah dibuka. Meski di tengah keterbatasan, seluruh atlet tetap semangat berlatih walau tidak jarang dihinggapi rasa was-was, jika sewaktu-waktu roboh atau plafon yang runtuh maupun alat olahraga mereka hilang.

“Tempat ini merupakan tempat yang kami gunakan untuk latihan setiap sorenya dan setiap latihan khawatir jika sewaktu-waktu atapnya roboh. Meski dengan kondisi seperti ini, kami tetap semangat mengikuti latihan,” ujar Ade Indriani, calon atlet tenis meja saat berbincang dengan beraunews.com, Minggu (17/7/2016).

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang PTMSI Berau, Iwan Rifani Wijaya mengatakan, untuk saat ini ada sebanyak 15 atlet junior yang bernaung di bawah binaan PTMSI Berau. Setiap sore, mereka selalu mengikuti latihan dengan penuh semangat, meski dengan kondisi tempat latihan yang sangat memprihatinkan.

Dikatakannya, gedung pemuda terpaksa dijadikan pusat pelatihan lantaran tak ada pilihan lain. Selain tak ada tempat lagi, keterbatasan dana sewa gedung, menjadikan gedung pemuda satu-satunya pilihan yang tersedia.

“Sebelumnya tempat latihan kami di Gor Taruna di Jalan Pemuda. Tapi karena dulunya Gor direnovasi, makanya kami pindah. Selesai direnovasi, kami tidak bisa kembali menempatinya lantaran adanya peraturan daerah yang mengatur semua itu. Gedung pemuda ini kami jadikan pusat pelatihan karena disini tidak bayar sewa gedung. Untuk menyewa gedung kami tidak punya dana. Para anggota hanya diwajibkan membayar uang iuaran sebesar Rp10 ribu per orang untuk membayar listrik,” ungkapnya.

Meski dengan segala keterbatasan, siapa sangka, dari bangunan tua yang nyaris ambruk itu, ternyata PTMSI Berau mampu melahirkan atlet-atlet asli Bumi Batiwakkal hingga meraih prestasi tingkat internasional.

"Meskipun dengan tempat (gedung pemuda-red) seperti ini, namun mulai dari sinilah lahir atlet-atlet muda berprestasi yang saat ini menjadi salah satu atlet tenis meja kebanggan Provinsi Kalimantan Timur, seperti Habibi Wahid yang pernah mengikuti kejuaran tingkat pelajar di Singapura tahun 2011 dan di Australia tahun 2013. Bahkan, Habibi meraih juara satu tiga kali bertururt-turut di Thailand pada tahun 2011 sampai 2013,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya, saat ini Habibi sedang berada di Kota Samarinda untuk melakukan persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat September mendatang.

“Kebetulan atlet binaan kita itu akan mewakili Kaltim di ajang PON nanti dan saat ini sedang melakukan persiapan di Samarinda. Dalam waktu dekat ini, ia (Habibi-red) akan pergi ke Jerman untuk melakukan latihan dalam rangka persiapan menghadapi PON Jawa Barat September mendatang,” tuturnya.

Pihak PTMSI sudak 2 tahun terakhir ini mengajukan permohonan lokasi pusat pelatihan baru kepada Pemkab Berau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), namun dikatakan Iwan, pihak Dispora juga tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan anggaran.

"Kami selalu berupaya untuk mendapatkan bantuan dan besar harapan agar pemerintah saat ini bisa memperhatikan kondisi kami, setidaknya menyediakan tempat baru yang layak untuk kami jadikan sebagai pusat pelatihan untuk terus melahirkan atlet-atlet yang berprestasi,” pungkasnya.(ea)